Over Budget, Under Control

Over Budget, Under Control

  • WpView
    LECTURAS 297
  • WpVote
    Votos 81
  • WpPart
    Partes 6
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, ago 1, 2026
WpInfo
Fanfic
Universo Paralelo (AU)
Kpop
Romance
Colegio y Universidad
Bagi Ayu si ketua Divisi Danusan, matematika paling rumit bukanlah Kalkulus! Melainkan berapa ratus cup es teh manis yang harus terjual agar bisa menutup anggaran ide-ide gila dari Divisi Acara. Dan biang keroknya adalah "Yosaka Aksara" si ketua Divisi kreatif. "Lo pikir duit dekorasi panggung bisa metik di pohon selasar BEM?!" - Ayu. "Ya makanya kita jualan danus bareng, Ayu. Sekalian PDKT," - Saka. Di tengah riuhnya kepanitiaan, benturan anggaran, dan omelan harian, Ayu tidak pernah menyangka kalau Saka yang tengil justru jadi orang pertama yang selalu paham kapan ia butuh segelas es kopi susu saat lapar dan pusing. Namun, di saat hubungan mereka mulai bergeser dari musuh budget jadi partner-in-crime, ada Bagas Putra-Ketua BEM yang tenang, selalu pasang badan saat panitia chaos, dan diam-diam menyimpan perhatian hangat yang tak pernah terucap. Saat anggaran acara perlahan terkendali, justru perasaan mereka yang makin over budget dan tak terkontrol. Siapa yang akhirnya berhasil mengamankan presensi di hati Ayu? Saka yang penuh kejutan, atau Bagas yang selalu jadi tempat bersandar?
Todos los derechos reservados
#104
byeonwooseok
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Ex-Husband
  • My Favorite Problem [ Byeon Woo Seok x IU ]
  • Us and All the Things Left Unsaid
  • Never ending story
  • BEHIND THE CROWN
  • IMPERFECT FEELING (COMPLETE)
  • The Secret Betrothed
  • (OBGyn) Obstetrics & Gynecolovely
  • Things I Never Said
  • Perfect Crown | Alternative Ending Story

"Cause sometimes I look in her eyes, and that's where I find a glimpse of us..." "Aku minta cerai." Kalimat itu jatuh di antara mereka seperti vonis. Tidak keras, tidak diucapkan sambil berteriak. Justru terlalu tenang, terlalu dingin. Dan karena itulah terasa jauh lebih menyakitkan.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido