We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Too Late to Love (END)

Too Late to Love (END)

  • WpView
    Reads 7,475
  • WpVote
    Votes 481
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadComplete Tue, Jul 21, 2026
WpInfo
Fiction
LGBTQIA+
Romance
Prolog "Truth or dare?" Gelak tawa bergema di ruangan privat sebuah kelab malam di Tokyo. Botol kaca yang berputar di atas meja berhenti tepat menunjuk ke arah pemuda berwajah dingin di ujung sofa. "Bukankah akan membosankan kalau kau memilih truth, Tuan Muda?" goda seorang rekan dengan nada memprovokasi. Yuki Ishikawa-putra tunggal konglomerat paling berpengaruh di sekolah-menyesap minumannya santai. Senyum angkuh terukir di bibirnya. "Dare." Sorak-sorai riuh seketika pecah. Salah seorang temannya melempar foto seorang pemuda berwajah manis dengan tatapan polos yang selalu menyendiri di kelas sebelah. "Tiduri Ran Takahashi. Bawa buktinya sebelum semester ini berakhir, dan taruhan ini jadi milikmu." Bagi Yuki, Ran hanyalah target mudah. Sebuah permainan gengsi yang terlalu sederhana. Namun, ia tak pernah mengira bahwa di tengah kepura-puraan manis yang ia rancang, hatinya justru terjerat sungguhan. Sampai hari kelam itu tiba. Ran berdiri membeku di balik pintu loker sekolah, mendengarkan gelak tawa Yuki dan teman-temannya yang merayakan kemenangan taruhan mereka. Di dalam genggaman Ran yang gemetar hebat, teremas erat sebuah surat medis yang baru diterimanya pagi ini: sebuah hasil tes kehamilan. Tanpa konfrontasi, tanpa jeritan histeris, Ran melangkah pergi. Hari itu juga, ia menghilang dari kota tanpa menyisakan jejak-membawa luka hancur dan janin mungil yang mulai bernapas di dalam tubuhnya. Saat Yuki menyadari tempat tinggal Ran telah kosong dan menemukan bukti taruhan yang ditinggalkan di mejanya, kepanikan luar biasa menghantam dadanya. Untuk pertama kalinya, sang Tuan Muda Ishikawa meraung memanggil satu nama dalam penyesalan yang terlambat. Ia telah memenangkan taruhannya, namun kehilangan seluruh dunianya.
All Rights Reserved
#16
boyslove
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • After the Fall
  • ELION (bl)
  • "Liburan" Bonus Suami
  • Auto Save!
  • Target Si Supir [END]
  • Tresna Kang Tinatih Ing Alas Jati
  • PROYEK SATU TAHUN
  • The Pinky Boy
  • Lysander Lowell De Villiers
  • Trouble Maker[END]

Zein Alastair Lucien Ashton. Ketika dia masih kecil dan masih belum mengerti apa-apa, seluruh anggota keluarganya pergi meninggalkan dia untuk membawa kakak keduanya yang saat itu sakit parah berobat ke luar negeri dan dia ditinggalkan bersama para pekerja di rumah besar keluarga mereka. Zein tumbuh tanpa figure keluarga, hanya dibesarkan oleh para pelayan. Dia anak baik dan ceria meskipun tumbuh tanpa keluarganya. Mereka pulang sekali dalam beberapa tahun dan setiap kepulangan mereka langsung disambut dengan baik oleh Zein, namun mereka berubah... Entah karena tak lagi merasa sayang karena sudah lama tak bersama ataukah karena ada sosok yang lebih butuh daripada Zein. Hingga akhirnya setelah sebelas tahun berlalu, si anak tengah dinyatakan sembuh dari penyakitnya. Mereka memutuskan untuk pulang, mengejutkan Zein dengan kepulangan mereka sambil membawa banyak sekali hadiah untuk si bungsu dan berbagai rencana kegiatan yang akan mereka lakukan. Namun hari itu, saat mereka tiba... Tidak ada sambutan, tidak ada pelukan. Suasana rumah besar itu sepi tanpa kehadiran Zein. Mereka bertanya-tanya, ke mana anak itu pergi? Namun para pelayan hanya mengatakan bahwa sang tuan muda tak pernah pulang dalam waktu beberapa bulan terakhir. Bukan karena dia kabur dari rumah, bukan karena dia pergi untuk kebebasan dalam kenakalannya. Tapi dia pergi karena 'Mentalnya' harus mendapatkan perawatan. Sebuah kejadian di suatu hari yang suram membuat Zein kehilangan kewarasannya hingga semua pelayan memutuskan untuk mengirimnya ke sebuah tempat yang bernama 'Rumah Sakit Jiwa.' Dan lebih dari semua itu, keluarganya tidak mengetahui apa pun selama ini. #1Trauma🥇 #1Mental🥇 #1Keluarga🥇 #1Zein🥇 #1Brothership🥇 #1Bungsu🥇 #1Adik🥇 Ditulis pada Senin, 19 Januari 2026- Rabu, 03 Agustus 2026 Dipublikasikan pada Senin, 16 Maret 2026-

More details
WpActionLinkContent Guidelines