VENOMOUS VOWS | OHMING

VENOMOUS VOWS | OHMING

  • WpView
    GELESEN 258
  • WpVote
    Stimmen 32
  • WpPart
    Teile 8
WpMetadataReadErwachseneninhaltLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Di., Sep. 1, 2026
WpInfo
Fanfic
Alternatives Universum (AU)
Original Charakter (OC)
Berühmte Persönlichkeit: Schauspieler*in
LGBTQIA+
Oscar Pradana Crestmont sang CEO dingin berusia 27 tahun yang tidak mengerti konsep cinta tiba-tiba saja dijodohkan dengan Ian Asava Wijaya, seorang pembalap motor tengil berusia 21 tahun oleh kedua orang tua mereka. Oscar menerima perjodohan itu tanpa emosi. Baginya, pernikahan hanyalah kontrak bisnis. Tapi Ian memberontak. Ketika badai petir mempertemukan mereka dalam kegelapan, dinding es di antara keduanya mulai retak. Oscar yang tidak pernah peduli pada siapa pun, mulai belajar khawatir. Ian yang selalu berlari, mulai belajar bertahan. Namun di balik kemewahan Arvandor, musuh mengintai. Oscar harus memilih: kerajaan bisnisnya, atau pemuda yang telah mengajarinya menjadi manusia.
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Love me or die
  • Tetaplah Di Sisiku, Perawat...
  • Possessive Male Lead
  • I'm Not Just a Figuran
  • Given || Ju Jihoon
  • Obsession Overdose
  • Skripsi Dan Buku Nikah
  • PAMENGKU | NOMIN
  • SAIRISH
  • Something... Emm🔞 (KNP)

"Gila! Axelio benar-benar sakit jiwa!" umpat Yura keras-keras pada kamar kosnya yang sepi. Bagaimana tidak? Axelio Valcrest, sang antagonis pria berdarah dingin, jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Arcelia , si female lead yang berhati malaikat. Cinta yang semula indah berubah menjadi obsesi gelap yang mengerikan. Karena cintanya ditolak-sebab Arcelia mencintai sahabat kecilnya, Elvano sang male lead utama-Axelio tanpa ragu menghabisi Elvano dan mengurung Arcelia di dalam mansion mewahnya yang menyerupai sangkar emas. Namun, yang paling membuat Yura meradang adalah nasib tunangan Axelio, Ravena Dracarys. Sebagai antagonis wanita, Ravena begitu terobsesi pada Axelio. Puncaknya, hanya karena Ravena menampar Arcelia demi mempertahankan harga dirinya, Axelio tanpa belas kasihan mengeksekusi tunangannya sendiri. Perut Yura tiba-tiba berbunyi nyaring, memutus untaian kekesalannya. "Aduh, lapar lagi. Keluar bentar deh, di depan gang biasanya masih ada yang jual nasi goreng." Sambil bersenandung kecil untuk mengusir sepi, Yura berjalan menyusuri trotoar malam yang lengang. Dia baru saja hendak menyeberang jalan ketika seberkas cahaya silau memedihkan matanya dari arah samping. Tinnnnnnnnnnn! "Ravena... Sayang, bangun..." Gila! Gue transmigrasi?! jerit Yura dalam hati. "Axel, aku ingin membatalkan pertunangan kita." "Ravena Dracarys..." Axel berbisik rendah, suaranya terdengar seperti seringai iblis yang merayap di kulit. "Kau pikir... kau siapa bisa memutuskan untuk membatalkan pertunangan ini secara sepihak, hm?"

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien