SEMUA TENTANG WAKTU

SEMUA TENTANG WAKTU

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 12, 2026
WpInfo
Fiction
Social Themes
Family Life
Abuse and Trauma
Growth and Self-Discovery
Namanya Maisa gadis kecil berumur 3 tahun kerap dipanggil sasa, ia tinggal dengan mama, ayah, dan adik laki-lakinya Raihan yang berumur 1 tahun. "Ma..." Maisa memanggil mamanya yang lagi mencuci piring di dapur kecil milik mereka, rumah mereka sangat sederhana yang terbuat dari kayu dan memiliki 3 ruang yaitu kamar, dapur, dan ruang tamu. " iya ada apa nak.." jawab mamanya dengan lembut. " sasa kalo udah besar nanti pengen jadi dokter maa..." cerita Maisa penuh semangat. "waaah mulia sekali cita-cita Maisa, belajar yang rajin yaa untuk meraih cita-cita itu. Kalo kita punya semangat dan rajin belajar pasti kita bisa..." ujar mamanya yang menjadi kata-kata penguat sekaligus semangat Maisa dalam menggapai apa yang ia inginkan.
All Rights Reserved
#133
sembuh
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Wismatama
  • "Liburan" Bonus Suami
  • Luk Telu Belas
  • na ja [END]
  • Lysander Lowell De Villiers
  • ELION
  • ONESHOOT [BP]
  • Jadi Anak Haram?
  • Sastru Pinanganten
  • Ritual Rasa

"Saya tidak pernah mau menikah dengan kamu, tapi karena paksaan saya menerimanya." ••••• Di usianya yang menjelang 30 tahun, Wismatama Pradana Kusuma dikenal sebagai perwira TNI AD yang dingin. Ketegasannya di sana membuat junior gemetar, kedisiplinannya mutlak, dan sorot matanya yang tajam seolah mampu menguliti siapa saja hidup-hidup. Namun, benteng pertahanan itu seketika diuji oleh kehadiran Mahesa Narendra-pemuda yang setiap tingkahnya selalu membuat Wisma ingin melemparnya langsung ke barak militer. Baru menginjak usia 23 tahun, Mahesa adalah produk dari kasih sayang orang tua yang berlebihan. Ia gampang merajuk, rapuh, dan teramat manja. Sifat ketergantungan Mahesa inilah yang memicu naluri Wisma untuk mendisiplinkannya dengan tangan besi. Takdir ironis menyatukan mereka lewat perjodohan paksa demi mempertahankan keutuhan hubungan dua keluarga. Di tengah badai ego, Wisma bersumpah tidak akan pernah menaruh rasa pada pemuda manja itu. Di sisi lain, Mahesa tak tinggal diam dan siap membalas setiap sikap kaku sang tentara tanpa berpikir dua kali. Akankah disiplin militer meluluhkan hati yang manja, atau justru kehangatan Mahesa yang meruntuhkan keangkuhan sang perwira? #Boyslove #Mpreg

More details
WpActionLinkContent Guidelines