We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Humans stories and love

Humans stories and love

  • WpView
    Reads 153
  • WpVote
    Votes 84
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 23, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Romantic Comedy
Setiap manusia adalah sebuah semesta kecil yang menyimpan kisahnya sendiri. Ada cerita tentang kebahagiaan yang lahir dari tawa, ada pula cerita tentang kehilangan yang tumbuh dari air mata. Sebagian kisah diceritakan dengan lantang, sementara sebagian lainnya memilih hidup dalam diam, tersimpan rapi di sudut hati yang tak pernah diketahui siapa pun. Novel Humans, Stories and Love mengajak pembaca menyelami perjalanan manusia yang penuh makna. Tentang bagaimana setiap pertemuan meninggalkan jejak, setiap perpisahan membawa pelajaran, dan setiap luka perlahan membentuk seseorang menjadi lebih kuat. Di balik setiap langkah, selalu ada cerita yang mengubah cara seseorang memandang dunia.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pantaskah Mereka Hidup.
  • My Story Comes To Life [COMPLETED & TERBIT]
  • Twelfth Grade Family 🏫🎓 [END]
  • NATHAN [On Going]
  • DUKA BERSAMA SELAMANYA [ON GOING]
  • The Unseen Constellation
  • Kembali hanya untuk Melepaskan [END]
  • My Story Comes To Life Season 2 [ON-GOING]
  • Fake Nerd (MYG) ✔ - Revisi
  •  Masa yang Tak Sempat Selesai

Di antara dengung mesin yang membelah angin, terselip bisikan yang tak berani didengar. Ada jejak yang tersapu rapi di atas aspal, dan bayang-bayang yang menelan cahaya yang dulu terang benderang. Lambang yang dulu melambangkan kebebasan kini terasa berat, seolah dipenuhi debu kelam yang tak mudah dibersihkan. Di balik tawa dan sorak sorai, ada dinding dingin tempat jeritan dikurung, di mana kebenaran dipukul hingga bungkam, dan kepercayaan diinjak-injak layaknya sampah tak berharga. Tak ada yang berani menunjuk ke arah yang benar, karena takut ikut terseret ke dalam kegelapan yang sama. Namun, luka yang tak sempat kering tak akan pernah benar-benar hilang. Ia akan tumbuh menjadi api yang diam. Menyala perlahan di dalam dada sosok yang pernah merasakan betapa tajamnya duri di balik Tawa itu. Ia tak berteriak untuk meminta perhatian, dan tak menyatakan niatnya dengan lantang. Ia hanya menunggu waktu yang tepat, saat kegelapan itu merasa paling aman untuk mulai mengurai benang kusut yang telah mengikat begitu banyak nyawa. Tak ada yang tahu apa yang akan ia bawa. kedamaian yang hilang, atau badai yang akan meratakan segalanya. Yang pasti, saat ia mulai melaju, tak ada lagi tempat bagi mereka yang selama ini bersembunyi di balik kedok suci. ~•~

More details
WpActionLinkContent Guidelines