We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Kissing the Tyrant's Brother

Kissing the Tyrant's Brother

  • WpView
    Reads 7,119
  • WpVote
    Votes 1,031
  • WpPart
    Parts 35
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 12, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Marriage and Divorce
Second Chance
Suspense
⚠️ FOLLOW AKUN INI SEBELUM MEMBACA ⚠️ 🚨 Peringatan Keras: Jangan plagiat! Plagiat = dosa! Hargai karya penulis, jangan menyalin atau mencuri cerita ini dalam bentuk apa pun! 🚨 Di kehidupan pertamanya, Lady Leishaza mati tragis di panggung eksekusi. Kepalanya dipenggal atas tuduhan palsu meracuni suaminya, Duke Cedric, yang buta karena sihir hitam sang selingkuhan. Namun, takdir memberinya kesempatan kedua. Terbangun sehari setelah pernikahan kutukannya, Leishaza bersumpah tidak akan menjadi wanita lemah lagi. Dia berubah menjadi wanita berdarah dingin yang bermulut pedas, dengan satu fokus: menimbun aset rahasia lalu kabur ke negeri lain. Hingga malam Pesta Dansa Kekaisaran tiba. Muak melihat Cedric membawa selingkuhannya berdansa, harga diri Leishaza bergejolak. Demi membuat skandal balas dendam, dia nekat menarik kerah baju pria tertampan di depannya dan menciumnya dengan nekat di hadapan semua orang.Aula pesta mendadak hening bak kuburan saat dia menyadari siapa pria itu. Dia adalah Grand Duke Matthias Jarrel Ludovic, kakak kandung suaminya sendiri sang panglima perang yang dikenal sangat dingin dan tidak tersentuh. Ciuman nekat itu ternyata mengubah segalanya. Matthias mulai memperhatikan setiap langkah Leishaza, bahkan mengerahkan segala pengaruhnya untuk menutup jalan pelarian sang wanita. Di antara bayang-bayang masa lalu dan kejaran Cedric yang mendadak cemburu, Leishaza kini terperangkap dalam obsesi Matthias yang jauh lebih berbahaya. Pria itu menatapnya dengan tajam dan memperingatkan:"I know I can treat you better than he can, Theresia. Jangan pernah berpikir untuk pergi, karena aku akan memastikan kau tetap berada di sisiku, apapun caranya." End:? Cover by: Canva ai.
All Rights Reserved
#1
fiksifantasi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Círculo del Destino
  • ONESHOOT 21+
  • Silent Traces by the Sea
  • Pregnant With The Protagonist's Child (END)
  • My Celestia || Kabur dari Perjodohan, Jatuh ke Pelukan Konglomerat [21+]
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • GARWO KINASIH SANG DALANG
  • Clause of Us
  • Love For Rent (Antagonist Love Story)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines