We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Tabir sukma

Tabir sukma

  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 26, 2026
WpInfo
Fiction
Fantasy
Mythical Creatures
Action and Thriller
Selama kehidupan masih ada, energi yang tak berwujud akan selalu mengalir. Ia berembus bersama angin, tumbuh bersama pepohonan, mengalir bersama sungai, dan berdenyut di dalam setiap makhluk hidup. Sukma tidak pernah memilih antara terang maupun gelap. Manusialah yang menentukan resonansi yang akan ditinggalkannya. Dan energi itu... disebut Sukma.
All Rights Reserved
#81
fantasiindonesia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sin of The Villainess
  • Just let me live, Duke!
  • The Duke's Red String
  • The Reborn Mama (END)
  • PEPINDHAN: Wadana lan Soca
  • The Unwritten Lady
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • My Villainous Stepmom [END]
  • A Family of Villains
  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7

Sera terbangun sebagai Seralyne Veyrath, villainess yang ditakdirkan mati, dihukum penggal atas perintah tokoh utama laki-laki pada hari pertamanya naik takhta. Sera hanya ingin satu hal: bertahan hidup. Untuk itu, dia mengambil satu keputusan, menjelaskan siapa dia sebenarnya, lalu membebaskan budak di penjara bawah tanah yang selama ini dilecehkan oleh tokoh Seralyne. Rhovant Winterfeld. Budak Seralyne. Tokoh utama laki-laki. Putra Mahkota yang hilang. Orang yang kelak akan mengeksekusinya. Dan yang mengejutkan adalah ... laki-laki itu memiliki wajah yang mirip dengan wajah mantan kekasih Sera di dunia modern. "Mengapa Anda membuang saya?" Dia mencium kaki Seralyne, seolah itu hal paling wajar di dunia. "Bukankah Anda menyukai wajah saya, My Lady?" * @atarazavian

More details
WpActionLinkContent Guidelines