Hulya
  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 22, 2026
Dingin Kaku Tertawa samar Itulah yang dimiliki Hulya. Daripada bercengkrama di Kafe bersama teman - teman kuliahnya, dia lebih suka menghabiskan waktu melukis di tepi danau. sendirian. Atau membaca novel tebal di perpustakaan, atau bermain catur di kamarnya, melawan diri sendiri. Baginya, hidup adalah tentang kesendirian dan rasa sepi. Mungkinkah suatu hari hatinya berubah dan dia bisa tersenyum lepas, selepas yang ia bisa?
All Rights Reserved
#42
bahasa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MOMMY || Hyeonkeon
  • "Liburan" Bonus Suami
  • ELION (bl)
  • Auto Save!
  • Your Auntie
  • 𝐓𝐞𝐦𝐞𝐧?
  • Dinginmu, Canduku
  • Desa Jragat [End] [Revisi]
  • Lysander Lowell De Villiers
  • Nada Kehidupan Seorang Agam[COMPLETE]

[WARN! BxB] "Aku tau aku terlambat... mungkin sangat terlambat. Tapi bisakah kalian memberiku satu kesempatan?" "Untuk apa?" Nael tersenyum kecil meski matanya memerah. "Untuk mengenal anak-anakku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines