Perempuan Kedua (Tamat)
PEREMPUAN KEDUA
Isna kira ia hanya perlu bertahan dari kelas manajemen krisis di kampus, mengejar tenggat laporan investor, dan menjaga Lokal.id-startup yang ia bangun dari nol bersama dua sahabatnya-tetap hidup.
Tapi angka tidak pernah bohong.
Satu file yang telat diperbarui membongkar sesuatu yang lebih besar: uang investor yang mengalir ke tempat yang salah, kepercayaan yang retak diam-diam, dan seorang rekan yang selama ini ia sebut sahabat.
Sementara itu, di rumah, batuk ayahnya semakin sering terdengar-dan Isna belum tahu, penyakit itu akan mengubah segalanya jauh lebih dalam daripada krisis keuangan yang sedang ia hadapi.
Ini baru permulaan. Sebab jauh sebelum ia menyandang gelar "perempuan kedua," Isna harus belajar dulu satu hal: berani memegang kendali-atas usahanya, atas keluarganya, dan atas hidup yang perlahan tak lagi bisa ia rencanakan sendiri.