Omniscient Reader's Viewpoint

Omniscient Reader's Viewpoint

  • WpView
    Reads 46
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 25, 2026
WpInfo
Fiction
Fantasy
Dark Fantasy
High Fantasy
Mythical Creatures
[ BUKAN AU! ] [ Ini official novel yang ku translate sendiri ke Indo. Semua hak cipta ada di Author singNsong ] Misal di WP ilang, kalian bisa buka di sini: https://www.inkura.id/w/omniscient-reader-s-viewpoint-yjj5k2 Note: Maaf, aku burnout TvT Lagi gak bisa nulis. Jadi sebagai ganti gak nulis, aku coba TL sekalian baca ulang novel kesukaan ku Sinopsis: Kim Dokja, seorang karyawan kantor biasa, mendapati web novel favoritnya yang berjudul "Three Ways to Survive the Apocalypse" berubah menjadi kenyataan. Berbekal pengetahuan unik tentang kehancuran yang kian mendekat, ia berjuang untuk mengubah jalan cerita dan membentuk kembali takdir dunianya.
All Rights Reserved
#460
orv
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • Distopia in the Moonlight (TAMAT)
  • A Family of Villains
  • Rumah Untuk Sang Tiran
  • I Became the Villain's Nursemaid
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • The Unwritten Lady
  • The Doctor Beyond the Kingdom
  • The Mad Marchioness of Obsidia
  • Sin of The Villainess

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines