We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Melihat Monster, Melupakan Manusia

Melihat Monster, Melupakan Manusia

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 24, 2026
WpInfo
Fiction
Fantasy
"Mereka begitu sibuk membenci iblis di dalam dirinya, hingga secara tak sadar membunuh anak kecil yang memilikinya." Di Konoha, darah pahlawan tidak menjamin sepotong roti yang hangat. Naruto tidak pernah tahu siapa ibu ataupun ayahnya. Yang ia tahu, dunia luar begitu membencinya seolah-olah ia adalah kesalahan terbesar yang pernah diciptakan oleh dunia. Tanpa perlindungan, tanpa belas kasihan, ia tumbuh dalam kesendirian dalam sebuah bangunan yang hanya berisikan tempat tidur, laci kecil, dan lemari yang berisi beberapa pakaian yang sudah tak layak pakai. Saat manusia yang mengaku sebagai makhluk 'suka berbuat kebaikan' bertindak lebih daripada iblis manapun, justru monster yang dibenci semua orang malah mengajarkan apa itu kasih sayang pada anak yang tadinya ingin ia hasut agar bisa bebas. WARNING!!! 1. Background dadi cover cerita ini saya ambil dari pin! 2. Typo adalah hal manusiawi. 3. Penulisan mungkin masih berantakan.
All Rights Reserved
#105
kurama
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Duke's Red String (END)
  • The Unwritten Lady
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • A Family of Villains
  • The Reborn Mama (END)
  • PEPINDHAN: Wadana lan Soca
  • Sin of The Villainess
  • My Villainous Stepmom [END]
  • Just let me live, Duke!

Leya menghabiskan hidupnya melihat benang merah milik orang lain, tanpa pernah melihat miliknya sendiri. Hingga maut datang menjemput. Di bawah reruntuhan perpustakaan yang lumat oleh gempa, jari kelingking Leya tiba-tiba menyala. Di detik-detik terakhir napasnya, ia melihat benang itu terhubung pada seorang pemuda dengan wajah bersimbah darah. Namun, sebelum ia sempat meraihnya, kegelapan merenggut segalanya. Maut seharusnya menjadi akhir, tapi Leya justru terbangun sebagai anak rahasia di kediaman seorang bangsawan yang dingin di dunia yang asing. Dan ujung benang merah itu kini bertaut pada sosok yang paling seharusnya ia hindari. Sosok yang bisa menghancurkan hidup barunya dalam sekejap. Jika benang merah takdir konon tak pernah salah, lalu mengapa Leya merasa takdir sedang berusaha membunuhnya untuk kedua kali? ©April, 2026

More details
WpActionLinkContent Guidelines