Lassie hanyalah seorang Omega muda yang percaya bahwa uang mampu membeli kebebasan. Terlahir dari keluarga yang terlilit utang, ia memikul beban yang bahkan bukan kesalahannya. Demi melunasi pinjaman ayahnya dan mengubah nasib keluarganya, Lassie menerima pekerjaan sebagai staf pemasaran di perusahaan terbesar di kota, meski lingkungan kantor menjadikannya sasaran ejekan, perundungan, dan hinaan setiap hari.
Sumber penderitaan terbesarnya adalah sang direktur utama, Damien, Alpha dominan yang dijuluki diktator dunia bisnis. Dingin, kejam, perfeksionis, dan tak pernah menghargai usaha bawahannya. Laporan Lassie selalu dianggap gagal, targetnya selalu kurang, dan lembur tanpa bayaran menjadi hukuman rutin yang Damien berikan. Bagi Damien, Lassie hanyalah Omega lemah yang tidak pantas berada di perusahaannya.
Namun di balik tatapan takut dan senyum terpaksa, Lassie menyimpan tekad yang tak pernah padam. Jika harga dirinya harus dijual demi keluar dari kemiskinan, ia rela melakukannya. Ia mulai memanfaatkan pesona alami seorang Omega untuk bertahan hidup, berharap suatu hari bisa meninggalkan perusahaan itu dan memulai hidup baru.
Ironisnya, semakin Damien ingin menyingkirkan Lassie, semakin ia tak mampu mengabaikan keberadaan Omega itu. Aroma feromon Lassie yang lembut, keberaniannya melawan penghinaan, hingga senyumnya yang tetap bertahan di tengah luka perlahan menghancurkan benteng kebencian sang Alpha. Rasa jijik berubah menjadi rasa ingin memiliki, menjadi obsesi yang bahkan Damien sendiri anggap memalukan.
Saat Lassie akhirnya diterima di perusahaan lain dengan gaji lebih baik, secercah harapan muncul. Lebih mengejutkan lagi, seorang Beta mapan, teman sekolah lamanya yang telah lama memendam perasaan, melamarnya dengan tulus, menawarkan kehidupan yang stabil dan jauh dari penghinaan.
Barulah Damien menyadari bahwa Omega yang selama ini ia paksa bekerja lembur, ia hina, dan ia anggap tak berguna adalah satu-satunya orang yang tak sanggup ia lepaskan.
Tous Droits Réservés