Katanya, luka karena cinta akan sembuh seiring waktu.
Nyatanya, yang paling sulit disembuhkan bukanlah kehilangan seseorang yang kita cintai, melainkan pengkhianatan dari sahabat yang paling kita percaya.
Aku adalah buktinya.
Saat masih duduk di bangku SMA, sahabat yang kuanggap seperti saudara justru merebut perempuan yang kucintai. Sejak hari itu, aku memilih menjauh dari semua yang pernah menjadi bahagiaku.
Takdir kemudian membawaku ke Pondok Andalus, sebuah pesantren modern yang kupikir hanya akan menjadi tempat untuk menata kembali hidupku. Namun, tanpa kusadari, di sanalah aku menemukan sesuatu yang selama ini hilang-sahabat-sahabat yang perlahan menjadi keluarga, pelajaran yang mengubah cara pandangku, dan cahaya yang membuatku kembali percaya bahwa setiap luka memiliki hikmah.
Sayangnya, masa lalu tak pernah benar-benar selesai.
Ketika aku mulai bangkit dan melangkah menuju masa depan, seseorang kembali hadir, memaksaku menghadapi pilihan yang tak pernah kubayangkan sebelumnya.
Akankah aku tetap terjebak dalam luka yang dulu menghancurkanku? Atau justru Pondok Andalus akan menjadi tempat di mana Allah mempertemukanku dengan takdir terbaik yang selama ini telah dipersiapkan-Nya?
Karena terkadang, cahaya itu tidak datang saat kita mencarinya. Ia datang ketika kita telah siap menerimanya.
All Rights Reserved