Lunara Adhisty diusir dari rumah atas kesalahan yang bahkan tidak pernah ia lakukan. Di titik terendah dalam hidupnya, ketika ia tidak memiliki siapa pun untuk dituju, seorang wanita paruh baya akhirnya membuka pintu rumahnya untuk Luna. Wanita itu adalah adik dari ayahnya sendiri.
Untuk pertama kalinya, Luna menemukan rumah yang terasa seperti rumah.
Di rumah sang tante, ia tidak lagi diperlakukan sebagai seseorang yang keberadaannya hanya sekadar ada. Ia dianggap, disayangi, dan diperlakukan layaknya anak kandung.
Sampai Ocean Hanuraga kembali, putra sang tante yang selama ini jarang Luna temui karena harus menempuh pendidikan di luar negeri. Seharusnya, Ocean adalah sepupunya-seseorang yang harusnya bisa Luna anggap sebagai keluarga.
Sayangnya, Ocean Hanuraga sama sekali tidak berniat membuat kehidupan baru Luna menjadi tenang.
Dengan tingkahnya yang jahil, usil, dan tidak pernah bisa diam, Ocean selalu menemukan cara untuk mengganggu Luna setiap hari.
Luna mengira, rumah barunya hanya akan memberinya keluarga yang selama ini tidak pernah ia miliki. Namun, bagaimana jika ternyata rumah itu juga mempertemukannya dengan seseorang yang perlahan-lahan menjadi lebih dari sekadar keluarga?
Seseorang yang membuat Luna bertanya-tanya-
Apakah rumah benar-benar selalu berupa tempat?
All Rights Reserved