We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
24:09 - Singgah

24:09 - Singgah

  • WpView
    Reads 36
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 7, 2026
WpInfo
Fanfic
NCT
Romance
First Love
Nawasena Sport Center, tempat pertama sebuah kenangan indah dan perjalanan dimulai yang membuat seorang Nara Adhisti menemukan banyak pelajaran hidup dalam hidupnya. Di Nawasena Sport Center, Nara belajar bahwa tidak semua orang yang datang akan menetap, dan tidak semua orang yang menetap akan terus menetap. Setiap pertemuan selalu meninggalkan jejaknya sendiri, sementara waktu akan menentukan siapa yang bertahan hingga akhir.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love me or die
  • Given || Ju Jihoon
  • I'm Not Just a Figuran
  • Same, But Not [END]
  • Skripsi Dan Buku Nikah
  • Journey
  • The Threads We Left Behind {Marjames / JJujami}
  • Possessive Male Lead
  • TOXIC BOYFRIEND
  • The Unseen Little Guest [TingMeen]

"Gila! Axelio benar-benar sakit jiwa!" umpat Yura keras-keras pada kamar kosnya yang sepi. Bagaimana tidak? Axelio Valcrest, sang antagonis pria berdarah dingin, jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Arcelia , si female lead yang berhati malaikat. Cinta yang semula indah berubah menjadi obsesi gelap yang mengerikan. Karena cintanya ditolak-sebab Arcelia mencintai sahabat kecilnya, Elvano sang male lead utama-Axelio tanpa ragu menghabisi Elvano dan mengurung Arcelia di dalam mansion mewahnya yang menyerupai sangkar emas. Namun, yang paling membuat Yura meradang adalah nasib tunangan Axelio, Ravena Dracarys. Sebagai antagonis wanita, Ravena begitu terobsesi pada Axelio. Puncaknya, hanya karena Ravena menampar Arcelia demi mempertahankan harga dirinya, Axelio tanpa belas kasihan mengeksekusi tunangannya sendiri. Perut Yura tiba-tiba berbunyi nyaring, memutus untaian kekesalannya. "Aduh, lapar lagi. Keluar bentar deh, di depan gang biasanya masih ada yang jual nasi goreng." Sambil bersenandung kecil untuk mengusir sepi, Yura berjalan menyusuri trotoar malam yang lengang. Dia baru saja hendak menyeberang jalan ketika seberkas cahaya silau memedihkan matanya dari arah samping. Tinnnnnnnnnnn! "Ravena... Sayang, bangun..." Gila! Gue transmigrasi?! jerit Yura dalam hati. "Axel, aku ingin membatalkan pertunangan kita." "Ravena Dracarys..." Axel berbisik rendah, suaranya terdengar seperti seringai iblis yang merayap di kulit. "Kau pikir... kau siapa bisa memutuskan untuk membatalkan pertunangan ini secara sepihak, hm?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines