We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Helping Hands [Slow Update]

Helping Hands [Slow Update]

Season 3 of 3
  • WpView
    Reads 416
  • WpVote
    Votes 63
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 15, 2026
WpInfo
Fanfic
Alternate Universe (AU)
Movie
TV Show
[Volume III How To Train Your Elementals] Terbangun setengah sadar dalam rimbunan pohon hutan pedalaman. Aura mencekam gelap, minim cahaya, membuatnya sedikit gelisah apalagi ketika menyadari berbagai halusinasi yang datang kepadanya. Dalam keadaan terluka dan penuh rasa was-was... bisakah Boboiboy terus mempertahankan kesadaran hingga berhasil menemukan jalan keluar? Yahh, Jawabannya tidak. Tapi tenang saja, untung ada mereka yang siap membantunya kapan saja. ========== - - - Seluruh credit diberikan sepenuhnya kepada pemilik series ialah Monsta. Disini saya selaku penulis, hanya meminjam karakter dengan tujuan hiburan saja.
All Rights Reserved
#106
boboiboy
WpChevronRight
Series

HTTYE Collection

  • How To Train Your Elementals
    Season 1
    35 parts
  • Bonding Thread
    Season 2
    7 parts
  • Season 3
    3 parts
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sepotong Roti, Seribu Cerita
  • High School Stories
  • The Quirkless Spark (Boboiboy x my hero academia)
  • one week.
  • Ramadhan Random
  • BoBoiBoy Menuju Dunia Lain..
  • Boboiboy x my hero academy (CAT)
  • Seo Eun-gi (Eleceed)
  • Retakan Elemen
  • Pengkhianat Yang Tidak Bisa Dibenci

Hujan rintik-rintik jatuh membasahi jalanan berbatu di sudut kota kecil itu. Udara membawa aroma tanah basah yang bercampur dengan wangi manis kayu manis dan vanilla. Di antara deretan bangunan tua, berdiri sebuah toko roti mungil dengan jendela kaca besar yang memancarkan cahaya hangat ke trotoar. Di atas pintu kayu berwarna cokelat tua, papan nama "Autumn Loaf" bergoyang pelan tertiup angin. Toko roti itu tak pernah benar-benar sepi, meskipun hanya ada satu atau dua pelanggan yang duduk menikmati roti hangat dan secangkir teh. Di dalamnya, rak-rak kayu penuh dengan berbagai macam roti, dari croissant lembut hingga baguette yang renyah. Di balik meja kasir, seorang pria dengan rambut berwarna merah tengah menguleni adonan dengan gerakan yang tenang dan penuh perhatian. Caine Chana, pemilik toko ini, telah menghabiskan separuh hidupnya menciptakan rasa yang bisa membangkitkan kenangan. Baginya, toko roti ini bukan sekadar tempat berjualan. Setiap adonan yang ia buat memiliki kisahnya sendiri. Setiap pelanggan yang datang membawa cerita yang ingin mereka kenang atau lupakan. Beberapa datang mencari rasa masa kecil, beberapa ingin menghadiahkan roti untuk orang terkasih, dan ada juga yang hanya ingin merasakan kehangatan di hari yang dingin. Dari balik jendela, Caine melihat seorang pelanggan masuk. Ia tersenyum kecil, menyambut dengan suara lembut. "Selamat datang di Autumn Loaf. Apa yang bisa kubantu hari ini?" Dan seperti itulah setiap kisah dimulai-dengan sepotong roti, secangkir teh, dan sebuah kenangan yang kembali teringat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines