If Wishes Could Kill x Reader

If Wishes Could Kill x Reader

  • WpView
    Membaca 222
  • WpVote
    Vote 72
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Jul 27, 2026
'Selamatkan dirimu sendiri, Jang (Name). Jangan pedulikan orang lain.' Itu adalah mantra egois yang selalu (Name) bisikkan setiap pagi. Dia bersumpah untuk menutup mulut rapat-rapat tentang jam kematian (Death Timer) yang bisa dilihat oleh sepasang matanya. Sampai akhirnya dia menginjakkan kaki di SMA Seorin. Di balik tawa palsu teman-teman sekelas barunya, ada ketakutan massal yang menyengat. Sesuatu yang jauh lebih mengerikan dari sekadar roh penasaran sedang mengintai mereka.Saat waktu terus berdetik mundur, akankah (Name) tetap diam, atau terpaksa bertaruh nyawa untuk menghentikan kutukan? 🔗 TAGS: #Thriller #Mystery #IfWishesCouldKill #K-Drama #Psychological
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#2
yourname
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Cupiditas Vitae [END]
  • Rewriting The Villain
  • The Unseen Little Guest [TingMeen]
  • Reflected Fate: The Duchess Who Should Have Died [HOONSEUNG]
  • TOXIC BOYFRIEND
  • Second Life : Bring Me Back To You
  • I'm Not Just a Figuran
  • CONTROLLED CHAOS
  • Possessive Male Lead
  • Love me or die

Rio hanya ingin hidup tanpa memperdulikan penolakan yang selalu mengikuti langkahnya. Hidup dioper dan dieksploitasi adalah bagian hidupnya. Harusnya ia sudah mati. Entah akhirnya akan tenang atau malah terjebak di dimensi yang lebih mengerikan daripada hidupnya sekarang. Tapi dia kembali membuka mata. Di dua bulan sebelum kematian datang menjemputnya. Waktu terlalu singkat. Rio memutuskan dengan cepat. Dia masih punya kesempatan untuk lari dan hidup, kan? Sebuah skenario yang janggal untuk sebuah ketidaksengajaan membuatnya bertemu dengan sahabat ayahnya, yang memberikan secercah harapan akan tempat berteduh yang aman. Rio tidak pernah punya harapan yang rakus. Ia hanya ingin bertahan hidup. Benar-benar tidak tahu bahwa kenyamanan juga memaksanya untuk terluka dan berlapang dada.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan