We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
The Bitter Caffeine || Kyuhoon

The Bitter Caffeine || Kyuhoon

  • WpView
    Reads 866
  • WpVote
    Votes 165
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadMatureComplete Sat, Jul 25, 2026
WpInfo
Fanfic
TREASURE
Alternate Universe (AU)
Kpop
Romance
Batas antara keadilan dan pengkhianatan hanyalah secangkir kopi di tengah malam. Kim Junkyu adalah detektif berdedikasi yang hidupnya terjebak dalam rutinitas membosankan, hingga ia bertemu dengan seorang barista misterius bernama Jihoon di sebuah kafe kecil yang tak pernah tidur. Jihoon adalah sosok yang menenangkan, penuh pesona, dan seolah menjadi satu-satunya pelabuhan bagi Junkyu untuk melarikan diri dari kerasnya dunia kepolisian. Namun, di balik senyum lembut dan aroma kopi yang memikat, Jihoon adalah dalang di balik sindikat kriminal yang selama ini dicari oleh divisi Junkyu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Strangers With Ring ll HEESUN
  • ONLY FOR LUST. | All X Heeseung
  • OBSESSION SERIOUSLY (Hwanharu)
  • my enemy [heesun] ✅️
  • STUPID CHANGE (Harusahi)
  • The Boarding House Of Nightmares : Spell Of Curse (GS)
  • DRAKFRED YOU AND ME
  • Living With Vampires
  • Destined Embrace
  • tetangga sebelah Rumah ( Jayke )

Serena selalu tahu bagaimana caranya tersenyum di depan kamera, tapi tak pernah benar-benar tahu bagaimana caranya merasa aman. Ketika bayang-bayang masa lalu kembali menuntut kepemilikan atas dirinya, satu kebohongan terucap di saat yang paling genting. "Aku hamil." Nama Hugo disebut. Bodyguard yang seharusnya hanya menjadi bayangan, bukan pusat badai. Berita itu meledak tanpa ampun. Publik menuntut penjelasan, keluarga menuntut tanggung jawab, dan dua orang asing dipaksa berdiri di altar yang sama, diikat oleh cincin yang tak pernah mereka minta. "Aku cuma ngelakuin ini karena keadaan," kata Hugo dingin di malam pertama pernikahan mereka. Serena tersenyum tipis. "Tenang. Aku juga." Dunia yang pernah menjadi milik Serena perlahan ia tinggalkan. Gaun mahal berganti celemek dapur, sorotan kamera berganti sunyi rumah yang asing. Sementara Hugo belajar bahwa melindungi seseorang tak selalu berarti berdiri di depan peluru-kadang berarti bertahan, meski hati belum siap. Di antara jarak yang tak terucap, rutinitas yang pelan-pelan terasa hangat, dan perasaan yang tumbuh tanpa izin, dua orang asing itu mulai bertanya pada diri sendiri: apakah cinta bisa lahir dari kebohongan-atau justru tumbuh karena keberanian untuk tetap tinggal? 1/18/26

More details
WpActionLinkContent Guidelines