We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Three Messengers

Three Messengers

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 28, 2026
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
Psychological
Survival
Crime
Demi menjaga sandiwara sebagai anak normal di hadapan kedua orang taunya, terutama sang ibu─seorang mantan manipulator ulung─Serona terpaksa memimpin sindikat keadilan remaja bentukan pamannya setelah rahasia gelapnya terbongkar. Bersama kedua adik kembarnya, mereka menyusup ke sekolah-sekolah elite untuk mengeksekusi para kriminal kebal hukum lewat sistem kartu maut, karma fisik, dan penyakit mematikan. Namun, tanpa mereka sadari, setiap target yang mereka habisi perlahan menguak rahasia gelap yang terkoneksi dengan masa lalu orang tua mereka─sosok keji yang kini mulai memperlihatkan diri untuk mengincar mereka. Di tengah ancaman yang kian mendekat, sanggupkah tiga utusan maut ini terus bermain rahasia sebelum sang ibu mengendus kebohongan mereka? *** 17+ Three Messengers, Valen Théa.
All Rights Reserved
#495
teenfiction
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [TAMAT] Help, I'm a Zombie!
  • Stuck Between The Pags
  • Ervan Carolline
  • Hello, Mr. Mafia!
  • Jangan Halangi Pensiun Diniku, Mas Aktor!
  • NEALINE : Blood and Ice Cream
  • Cinta Yang Tumbuh Bersama
  • AVISENA
  • The Last Antagonis
  • Side Character Syndrome

Pearl POV - Menjadi zombi bukan berarti aku kehilangan standar. Makan manusia sembarangan? Ew, jorok banget. Di tengah kiamat ini, aku tetap hidup dengan aturan, gaya, dan asosiasi zombiku sendiri. Hidupku sudah tenang, sampai pria menyebalkan dari militer itu menghalangi jalanku. Bhagna POV -​ Dia mutan anomali. Terlalu sadar dan kelewat terorganisir. Instingku menyuruhku untuk membunuhnya detik itu juga. Tapi senjataku tak pernah menyentuhnya. Dalihku, lebih aman menjaga musuh tetap berada dalam jangkauan. Padahal... mungkin saja aku hanya tidak ingin melepaskannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines