Menurunkan gengsi demi lelaki? Itu sama sekali bukan gaya Amara. Namun, aplikasi kencan bernama Humble memaksanya melakukan hal itu : perempuan harus bergerak duluan. "Hi hello~ Nice to match you!" Bagi Amara, kalimat itu sudah seperti mantra usang yang terpaksa ia salin dan tempel entah untuk yang keberapa kalinya, yang selalu berakhir hambar dan sia-sia. Amara hampir menghapus aplikasi tersebut dari ponselnya. Lalu, semesta mempertemukannya dengan dia. Lelaki dengan energi sehangat matahari itu mendobrak masuk ke dalam hidup Amara yang monoton. Perlahan, dinding pertahanan yang Amara bangun bertahun-tahun mulai runtuh. Lewat interaksi sederhana di balik layar kaca, debaran yang sudah lama mati itu tiba-tiba berdenyut kembali dengan hebat. Ketika untaian ketikan berubah menjadi janji temu, keduanya akhirnya melangkah ke dunia nyata. Pertemuan tatap muka itu nyata, dan semua kehangatan yang ia rasakan bukan lagi sekadar algoritma. Pertemuan demi pertemuan justru mengupas lapisan terdalam dari luka lama masing-masing. Amara lalu dihadapkan pada satu pertanyaan besar : Apakah lelaki sempurna yang kini berdiri di hadapannya adalah jawaban atas doanya, ataukah justru patah hati terbesar yang sedang menyamar? (R+17)
More details