We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Yuk jadian?

Yuk jadian?

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 27, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Romantic Comedy
Enemies to Lovers
Bad Boy
​"Mau pacaran, kan?" "Nggak." "Oke, besok jam sepuluh pagi aku tanya lagi!" ​Hari pertama kepindahan Elzian Saka ke SMK Nusa Bangsa langsung memicu kekacauan satu sekolah. Cowok dengan tatapan tajam, rambut acak-acakan, dan aura sedingin es kutub itu datang bukan sebagai murid biasa. Dia sudah punya pengawal setia tiga temannya yang sama-sama berisik plus reputasi kelam yang bikin ketiak orang gemetar: Saka adalah ketua geng motor malam yang paling ditakuti. ​Semua orang sebisa mungkin menghindar dan cari aman. Kecuali satu manusia. ​Aira Nalani. Bagi Aira, kedatangan Saka bukanlah ancaman, melainkan jodoh yang dikirim Tuhan dalam wujud cowok ganteng berpakaian seragam SMK. Tak peduli Saka itu ketua geng motor, tak peduli tatapannya bisa membunuh orang, Aira punya satu misi nekat yang harus tuntas sebelum lulus: Melelehkan Elzian Saka. ​Berbekal urat malu yang sudah putus, dua teman ceweknya yang sama-sama unhinged, serta bantuan tak terduga dari gengnya Saka sendiri Aira siap membuat hari-hari Saka di sekolah baru terasa seperti neraka penuh romansa. ​Saka pikir dia bisa tenang di sekolah barunya. Dia salah besar.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SECANGKIR KOPI SEBELUM PULANG || END
  • Senja dan Mentari
  • ANGGRAIN
  • Sitaara [Complete√]
  • Sore Tanpa Senja
  • Lucky Fan / Lucky Fan Generation
  • Boardroom Butterflies
  • Story
  • Stetoskop Proyek
  • Our Story

Di tengah kepulangan yang tak bisa ditunda dan perasaan yang belum selesai diucapkan, dua orang bertemu untuk terakhir kalinya. Mereka duduk di sudut kedai favorit mereka, berbagi cerita dalam diam, tertawa kecil atas kenangan-kenangan lama, dan menyesap kopi yang rasanya lebih pahit dari biasanya-karena diseduh dengan perasaan yang tak ingin berpisah. Cerita ini bukan tentang cinta yang besar atau konflik yang dramatis, melainkan tentang hal-hal kecil yang sering kali paling membekas: tatapan terakhir, kalimat yang tertahan, dan secangkir kopi yang jadi pengantar seseorang untuk pergi-mungkin untuk selamanya, atau hanya sementara. --- Tema Cerita: Perpisahan dan penerimaan Kenangan yang membekas Kehangatan dalam hal sederhana Emosi yang tak selalu diucapkan "Secangkir Kopi Sebelum Pulang" adalah sebuah cerita bernuansa slice of life yang hangat sekaligus sendu, menggambarkan momen perpisahan yang sederhana namun penuh makna. Cerita ini sering kali dibalut dengan latar suasana sore menjelang senja, di sebuah kedai kopi kecil yang menjadi saksi bisu pertemuan terakhir dua insan yang pernah saling berarti.

More details
WpActionLinkContent Guidelines