Aku melihatnya lebih dulu.
Bukan di kelas, bukan saat upacara, apalagi saat kami saling berkenalan.
Melainkan di depan pos satpam, tepat di hari pra-MPLS. Di antara murid-murid baru yang sibuk mencari arah, dia duduk biasa saja. Tapi entah kenapa, dari sekian banyak wajah, hanya wajahnya yang terus tertinggal di pikiranku.
Kupikir pertemuan itu selesai sampai di sana.
Nyatanya, tak lama kemudian kami berkumpul di lapangan untuk pembagian gugus. Saat namaku dipanggil dan aku berjalan menuju kelompokku, aku melihat sosok yang sama berdiri di sana.
Kami ternyata berada di gugus yang sama.
Sejak hari itu, aku mulai percaya bahwa terkadang cerita besar dimulai dari hal yang sangat sederhana-sebuah tatapan, sebuah kebetulan, dan seorang cowok yang kulihat lebih dulu.
Todos los derechos reservados