We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Always Been You...

Always Been You...

  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 75
WpMetadataReadComplete Sat, Aug 8, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Second Chance
Slow Burn
Friends to Lovers
Clara dan Jefry tidak pernah membayangkan bahwa sebuah kebohongan kecil akan mengubah hidup mereka. Demi memenuhi keinginan kedua keluarga yang sudah lama bersahabat, mereka sepakat berpura-pura menjadi sepasang kekasih. Padahal, hati mereka sama sekali bukan untuk satu sama lain. Clara diam-diam menyukai Matthew, sementara Jefry berusaha mendapatkan hati Viollet. Awalnya, hubungan mereka dipenuhi pertengkaran, ejekan, dan rasa kesal. Namun, semakin lama berpura-pura, semakin banyak waktu yang mereka habiskan bersama. Obrolan larut malam, perjalanan kuliah, hingga liburan panjang ke Eropa dan Amerika perlahan menghadirkan kenyamanan yang tak pernah mereka sadari. Di tengah salju Swiss, tarian di restoran Spanyol, permainan salju, dan malam-malam penuh bintang, keduanya mulai merasakan sesuatu yang berbeda. Sayangnya, mereka terus menyangkalnya. Jefry mengira ia masih mencintai Viollet, sedangkan Clara yakin hatinya masih milik Matthew. Ketika hubungan mereka mulai renggang, justru rasa kehilangan itulah yang membuka mata keduanya. Mereka menyadari bahwa orang yang selalu ingin mereka cari saat bahagia, sedih, maupun takut ternyata bukan cinta pertama mereka, melainkan seseorang yang sejak awal selalu ada di sisi mereka. Diiringi lagu-lagu Shawn Mendes yang menemani perjalanan kisah mereka, Clara dan Jefry akhirnya memahami satu hal sederhana: cinta tidak selalu datang dengan cara yang megah. Terkadang, cinta tumbuh diam-diam dari kebiasaan saling menemani, saling mendengarkan, dan selalu kembali kepada orang yang sama. Always Been You adalah novel young adult romance tentang fake dating, sahabat keluarga, second chance at love, dan perjalanan dua hati yang terus mencari kebahagiaan di tempat lain, hingga akhirnya menyadari bahwa orang yang mereka cari selama ini... ternyata selalu adalah satu sama lain.
All Rights Reserved
#622
secondchance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • My Celestia || Kabur dari Perjodohan, Jatuh ke Pelukan Konglomerat [21+]
  • Love For Rent (Antagonist Love Story)
  • GARWO KINASIH SANG DALANG
  • Círculo del Destino
  • Clause of Us
  • Silent Traces by the Sea
  • Pregnant With The Protagonist's Child (END)
  • ONESHOOT 21+

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines