We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
RESCUE PROTOKOL

RESCUE PROTOKOL

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published about 20 hours ago
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
Adventure
Psychological
Survival
Bagi mereka, sirene adalah sebuah panggilan untuk mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan nyawa orang lain. Di tengah meningkatnya bencana alam, kecelakaan massal, dan berbagai situasi berisiko tinggi, pemerintah membentuk Emergency Medical Response Command (EMRC), sebuah organisasi nasional yang mengoordinasikan penanganan medis darurat. Di garis terdepannya berdiri Emergency Medical Rescue Squad (EMRS), unit elit yang bertugas memasuki lokasi-lokasi paling berbahaya ketika semua orang berusaha menjauh. Namun, membentuk tim penyelamat ternyata jauh lebih sulit daripada membangun organisasinya. Kurangnya pengalaman lapangan, tekanan dari berbagai pihak, kritik publik, hingga kehilangan korban di depan mata membuat banyak anggota dari unit-unit EMRS memilih mengundurkan diri. Sebagian kembali ke rumah sakit, sebagian tidak lagi sanggup menghadapi kenyataan bahwa tidak semua nyawa bisa diselamatkan. Di tengah krisis itu, EMRS Alpha tetap bertahan. Dipimpin oleh Dr. Kaivan Ardhana, bersama sebelas tenaga medis dan personel pendukung dengan keahlian yang saling melengkapi, mereka menghadapi reruntuhan gedung, gempa bumi, banjir bandang, kebakaran besar, kecelakaan transportasi, ancaman terorisme, hingga operasi penyelamatan yang memaksa mereka mengambil keputusan dalam hitungan detik. Setiap misi menyelamatkan korban juga perlahan menguji diri mereka sendiri. Mereka harus menghadapi trauma, rasa bersalah, kehilangan, konflik keluarga, tekanan media, hingga pertanyaan yang terus menghantui. Apakah semua pengorbanan ini benar-benar sepadan? Ketika salah seorang anggota dihadapkan pada pilihan antara mempertahankan profesinya atau menjaga satu-satunya keluarga yang masih dimiliki, seluruh tim mulai menyadari bahwa penyelamat pun memiliki batas. Selama masih ada harapan, selalu ada nyawa yang layak diperjuangkan.
All Rights Reserved
#27
korban
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AVISENA
  • Ervan Carolline
  • Helga si bungsu [end]
  • Walters Never Let Go
  • Side Character Syndrome
  • Vian Di Keluarga Antagonis
  • Cinta Yang Tumbuh Bersama
  • NEALINE : Blood and Ice Cream
  • The Last Antagonis
  • Stuck Between The Pags
AVISENA

Awal mulanya, Avisena hanyalah anak sekolah berandalan yang kenakalannya dibatas wajar. Namanya cukup terkenal dikalangan remaja wilayahnya. Kemampuan dia bertarung, beberapa aksi nekatnya dalam memperlihatkan jati diri. Prinsip hidup Avisena adalah hidup tanpa ada yang bisa merendahkan dirinya. Latar belakang keluarganya yang berasal dari kelas menengah ke bawah membuatnya gencar untuk melakukan segala cara agar bisa terus bertahan hidup. Ibundanya yang sudah lama meninggal, juga Ayah yang sama sekali tidak pernah memiliki peran apapun dalam hidup Avi dan kedua saudaranya. Hingga suatu saat dia terjebak dalam kesepakatan bisnis ilegal yang sama sekali tidak terduga. Menjadi bodyguard seorang gadis kaya dari keturunan pembisnis gelap. Hidup Avisena yang sebelumnya tenang damai, seketika berubah drastis penuh rintangan. "So, kalian semua emang dari kecil dilatih buat jadi bodyguard sialan keluarga gila ini?" "Lo tanda tanganin kontrak kerja sebelumnya?" Avi mengerjap polos, "iya." "Lo baca?" "Eh, nggak. Gue pikir itu cuma kertas formalitas doang," katanya sudah berpikir ada yang salah di sini. Lantas, pria itu memijat pangkal hidungnya, merasa pusing menghadapi bocah sekolah yang seperti tersesat dalam tempat yang bukan seharusnya ia tahu. "Yang lo tanda tangani itu kontrak kerja seumur hidup, Avisena. Lo tanda tangani dokumen itu yang berarti lo nyerahin hidup lo sepenuhnya sama keluarga Wijaya." Saaat itulah mata Avi membelalak lebar. "NGGA MUNGKINNNN!!!!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines