Atualizamos nossas Diretrizes de Conteúdo.
Consulte as diretrizes mais recentes para continuar compartilhando histórias com segurança.
Saiba mais
Lupa dianggap ada.

Lupa dianggap ada.

  • WpView
    Leituras 8
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização dom, jul 26, 2026
WpInfo
Poesia
Mah, pak. Apakah aku hidup hanya untuk membalas budi atas keringat dan air mata kalian? Apakah pengorbanan ku tak pernah kau lihat? Pengorbanan yang kini sudah menjadi kebiasaan. Tuntutan yang tak pernah kalian tuntun. Tawa yang tak pernah kalian balas. Pertanyaan yang kalian hiraukan. Kesedihan yang sudah menjadi rutinitas. Apakah aku masih pantas menangis sesenggukan?
Todos os Direitos Reservados
#16
abangku
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Pikul Pilu Pada Pulangmu | ✔
  • The relationship between boss and employee
  • Leonids
  • pak dosen
  • The Deal, The Genius, and The Girl
  • Dua Pilihan(Deva Kiara)
  • mama...... papa....... aku hanya ingin bahagia bukan menderita
  • our little sunshine | sunoo
  • Dosen itu suamiku {SALMA X RONY}
  • STOLEN FROM MY BROTHER | on going

Apa yang sebenarnya manusia inginkan? Apa yang sebenarnya lahir dari kembara tanpa tuju? Menyibak kekosongan, enggan berhenti. Satu dua kali, aku pun melakukannya. "Di mana rumahmu? Apa kamu mengunjunginya akhir-akhir ini?" Semilir mengantar gembiramu pada saat gelisah sejak kemarin menjemputku. Tapak tidak mengambil jeda. Pun bibir bergetar, melengkung pahit. "Tidak. Rumahku tidak dapat aku temukan." Rumahmu mungkin bukan lagi rumah yang hangat. Terlalu terkepul tangis, dusta, dengki, dan segala lara yang dibawa seorang diri. Tanpa kenal lelah meski sebenarnya ingin menyerah. Bersama perasaan-perasaan ini, kamu akan menemukan tempat bersandar. Bersama apa pun yang tertulis di sini, mari temukan kembali dirimu yang mungkin telah lama lupa jalan pulang. *** Seri Dua dari antologi puisi FOUR ©2026

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo