We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
The coming Night

The coming Night

  • WpView
    Reads 72
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 15, 2026
WpInfo
Fanfic
Alternate Universe (AU)
Crossover
One shot
Original Character (OC)
The Coming Night ​Di koridor sekolah yang mati ini, waktu tidak lagi berjalan lurus. Ia melingkar, menjerat siapa saja yang mencoba mencari jalan keluar dari The Coming Night. ​Perhatikan baik-baik. Di sana, sang pembawa dua lentera melangkah dalam sunyi. Apinya tidak memanaskan; ia justru membekukan jejak siapa pun yang mencoba bersembunyi. Satu lentera menerangi mereka yang telah tiada, sementara satu lagi memburu mereka yang masih tersisa. ​Di sudut lain, seorang gadis berdiri dengan kain merah yang menjuntai. Ia adalah batas antara dua dunia; warna itu bukanlah sutra, melainkan aliran darah yang tertahan dari tragedi yang belum tuntas. Meski tampak tenang, tatapannya menyimpan janji akan sesuatu yang harus segera dipulangkan. ​Tak jauh dari sana, sang pemegang gunting berdiri mematung di depan pintu yang tak berujung. Ia tidak sedang menjahit, melainkan menanti saat yang tepat untuk memutus benang kesadaran siapa pun yang berani melangkah terlalu jauh. Apakah ia pelindung yang mencegah malapetaka, atau justru eksekutor yang memastikan tidak ada seorang pun yang selamat? ​Sementara di balik jendela yang tertutup debu waktu, seseorang menyimpan rahasia di balik bibirnya. Sang penjaga memegang kunci logam yang dingin-sebuah benda yang tak mungkin membuka pintu apa pun, karena pintu-pintu di tempat ini hanyalah ilusi. Kunci itu adalah satu-satunya alat yang mampu menghentikan detak jantung di ruangan ini. ​Tak ada yang murni di sini. Sang saksi bisa saja adalah dalangnya, dan sang korban mungkin adalah pendosa yang paling besar. Mereka semua saling mengunci, saling memotong, dan saling menyinari dalam kegelapan yang sama. ​Jangan bertanya siapa yang jahat, sebab di The Coming Night, mereka yang memegang cahaya adalah yang paling membutakan, dan mereka yang memegang kunci adalah yang paling terjebak. Hitungan telah dimulai, dan setiap benda yang mereka genggam adalah vonis yang menunggu untuk dijatuhkan.
All Rights Reserved
#860
fiksiremaja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Threads We Left Behind {Marjames / JJujami}
  • Possessive Male Lead
  • Journey
  • The Unseen Little Guest [TingMeen]
  • Skripsi Dan Buku Nikah
  • Given || Ju Jihoon
  • TOXIC BOYFRIEND
  • Same, But Not
  • I'm Not Just a Figuran
  • Love me or die

Ayah masih sayang sama Papa? Kean sudah sering menanyakan pertanyaan itu, tetapi yang ia dapatkan hanya keheningan, alasan yang tak bisa ia pahami, dan tatapan ayahnya yang selalu menghindari. Sampai suatu hari ia memutuskan mencari jawabannya sendiri. Dan yang ia temukan bukan hanya masa lalu yang selama ini disembunyikan kedua orang tuanya. Melainkan kenyataan bahwa beberapa orang tidak berpisah karena berhenti mencintai. Mereka berpisah karena terlalu terluka untuk tetap tinggal. ⚠️ Author's Note ⚠️Mpreg, BxB, angst Book ini menggunakan alur maju-mundur (present & flashback). Semoga nggak bikin bingung yaa, selamat membaca! 🫶

More details
WpActionLinkContent Guidelines