"JIKA ADA KEHIDUPAN KEDUA"

"JIKA ADA KEHIDUPAN KEDUA"

  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published about 3 hours ago
Dia buka. Cincin perak di dalamnya. Ada ukiran 'Daisy x Alzea'. Terus Alvero... malah garuk kepala. "Kita... gak nikah nih?" Nadien: "...Hah?" Alvero: "Rugi amat udah reinkarnasi kagak nikah juga." Nadien: _ketawa kaget_ "Kak??" Alvero langsung ngulurin tangan kanannya ke Nadien. Telapak kebuka. "Sini. Tangan kanannya." Nadien masih bengong. "Buat apa?" Alvero: "Buat dipasangin cincin lah. Masa aku pasang sendiri." Nadien: _nangis + ketawa barengan_ "Gak romantis banget sih kak" Alvero: "Iya. Aku emang gak jago gombal. Aku bisanya nembak orang. Sekarang nembak lamaran." Dia pegang tangan kanan Nadien. Jari-jari mereka saling mengunci. "Sekarang tangan ini yang mau aku pegang tiap hari. Sampai mati." Alvero pasang cincinnya pelan. Pas di jari manis. Terus dia cium punggung tangan Nadien. Lama. "Jadi gimana? Mau gak nikah sama aku? Biar reinkarnasi kita gak rugi." bisik Alvero. Nadien udah nangis. Dia angguk. "Iya. Mau. Rugi juga kalo gak sama kakak." Alvero langsung narik Nadien ke pelukan. "Nah gitu dong. Pinter." Terus dia berbisik: "Makasih ya... udah milih aku lagi."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dua Langit Berbeda
  • Gila!?, Gue Jadi Kucing?! (Hiatus)
  • MOTHER
  • Stealing My Husband
  • My Step Mom? [END] ✔️
  • The Place You Left Me (Menuz) [END]
  • Unexpectedly Yours
  • BOUND WITHOUT LOVE (END)
  • GAREL ; POSESIF BROTHER
  • ATMA FATAMORGANA

Dua anak kembar yang terpaksa terpisah sejak tangis mereka pertama kali terdengar di bumi-sang ibu membawa Saka, sang ayah membawa Kael. Satu tumbuh dalam kehangatan dan prestasi, dikelilingi senyum dan harapan. Satu lagi belajar bertahan di rumah yang keras, memeluk mimpi di dalam air, lalu kehilangannya oleh tangan yang seharusnya melindungi. Mereka hidup di dunia yang sama, bersekolah di tempat yang sama, bahkan memiliki wajah yang hampir serupa. Namun tidak pernah tahu bahwa darah yang mengalir di tubuh mereka berasal dari luka yang sama. Ini adalah kisah tentang keluarga yang retak, mimpi yang dipatahkan, dan dua saudara yang berjalan berdampingan tanpa pernah benar-benar bertemu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines