"Ya ampun, ni dokter, untung ganteng. Lama-lama, gue isep juga ubun-ubunnya! Udah jutek, sinis pula!"
Mayang selalu membawa cerita mengesalkan soal Dokter Aga, spesialisasi bedah tulang yang pernah menangani anaknya patah kaki. Namun, entah mengapa, ketika Mayang sudah bertemu dengan Aga, jiwanya merasa tenang. Mayang hanya pikir, kalau otaknya yang kadang jail selalu kagum kepada Aga, karena suaminya sudah meninggal.
Dan, Aga hanya berpikir kalau Mayang ini janda centil yang selalu mencari kesempatan dalam kesempitan untuk caper! Baik di ruang prakteknya maupun ketika papasan di rumah sakit.
Namun, alam semesta seperti sedang berkonspirasi, menyatukan mereka melalui istri Aga, Ira yang sedang sakit keras.
Gue itu kayak ikan lele yang ada di kolam ternaknya dia. Dan dia adalah juragan lele yang setiap hari menjaring ikan-ikan lele yang ada di kolam buat dijual. Di antara padatnya penghuni kolam, dan selalu ribut ketika dijaring, lihat mukanya dia nongol di pinggiran kolam, udah bikin gue bahagia. Walau ada rasa benci, karena ujung hidup pasti selesai kalau kena jaring. Tapi, paling nggak gue tahu, gue masih hidup, masih bernapas. Kalau seandainya gue kena jaring, nggak apa-apa, tandanya memang ini sudah waktu gue habis di kolam itu. JadI perasaan gue ini nggak akan sampai ke Aga ....
All Rights Reserved