Point Zero : Batavia
Tahun 1936. Dunia sedang menghitung mundur menuju kehancuran, namun Hindia Belanda masih tertidur dalam arogansi kolonialnya.
Baskara Dewangga adalah seorang mahasiswa jenius abad ke-21 yang hari-harinya dihabiskan di antara barisan kode algoritma dan lembaran sejarah perang dunia. Namun, sebuah anomali waktu secara misterius menariknya keluar dari kehidupannya yang tenang, melemparkannya kembali ke masa lalu, tepat ke jantung kota Batavia, tiga tahun sebelum Eropa terbakar oleh Perang Dunia Kedua.
Terjebak dalam tubuh seorang aristokrat pribumi sekaligus birokrat pemerintah kolonial Belanda, Baskara menyadari satu hal yang mengerikan, ia tahu persis penderitaan seperti apa yang akan menimpa tanah airnya. Ia tahu kapan armada Jepang akan datang, dan ia tahu bagaimana sejarah memaksa bangsanya untuk berdarah-darah demi merebut kemerdekaan.
Alih-alih membiarkan sejarah berulang, Baskara memilih untuk menghancurkan naskah aslinya.
Bersenjatakan pengetahuan masa depan, cetak biru teknologi mutakhir, dan pemahaman absolut tentang taktik militer global, Baskara mulai merajut sebuah konspirasi raksasa dari balik meja kerjanya. Secara diam-diam, ia memonopoli komoditas dunia, mendirikan sindikat industri bayangan, dan membangun mesin perang baja yang akan membuat negara-negara fasis dan sekutu bertekuk lutut.
Di saat bangsa-negara Barat saling membantai, sebuah kekuatan baru sedang ditempa dalam hening di bawah terik matahari khatulistiwa. Ini bukan lagi kisah tentang negara yang bertahan hidup dari penjajahan. Ini adalah kisah tentang bagaimana satu orang merancang ulang takdir dunia, dan mengubah kepulauan Nusantara menjadi kekuatan paling menakutkan di muka bumi.