Hemos actualizado nuestras Pautas de Contenido.
Consulta las pautas más recientes para seguir compartiendo historias de forma segura.
The Unwritten

The Unwritten

  • WpView
    LECTURAS 4
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa35m
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, jul 27, 2026
WpInfo
Ficción
Acción y Suspenso
Psicológica
Supervivencia
Ciencia Ficción
Pada suatu pagi, seluruh umat manusia mendengar satu kata yang sama. "Continue." Tak seorang pun mengetahui dari mana suara itu berasal. Namun beberapa detik kemudian, langit mulai memperlihatkan luka-luka yang tak seharusnya ada, dan dunia perlahan kehilangan hukum yang selama ini menopangnya. Di tengah kepanikan itu, Delilah Stuart-mahasiswi berusia sembilan belas tahun yang sedang menempuh kuliah di kota perantauan-melihat sesuatu yang tidak dapat dilihat oleh siapa pun. Di balik langit yang robek, terbentang sebuah semesta yang mustahil dijelaskan oleh bahasa manusia. Bukan hanya luasnya yang membuat tubuhnya gemetar, tetapi juga naluri purba yang berteriak bahwa semesta itu... sedang menatap balik ke arahnya. Sejak hari itu, kenyataan mulai berubah. Kota-kota kehilangan bentuknya. Sebagian manusia menghilang, sementara sebagian lainnya berubah menjadi makhluk yang tak lagi dapat disebut manusia. Dunia menulis ulang dirinya sendiri, tanpa memedulikan siapa yang dikorbankan agar kisah dapat terus berlanjut. Di tengah kekacauan tersebut, Delilah terus mendengar suara-suara asing yang memanggil satu gelar. "The Unwritten." Ia tak pernah mengenal nama itu. Namun setiap kali suara tersebut bergema, muncul perasaan yang aneh-seolah ada sesuatu yang telah lama terlupakan sedang berusaha mengingatkannya pada sebuah kebenaran yang bahkan dunia sendiri telah melupakan. Ketika manusia lain mempertaruhkan ingatan, emosi, dan kemanusiaannya demi memperoleh kekuatan untuk bertahan hidup, Delilah justru menyadari bahwa setiap ciptaannya perlahan mampu mengubah kenyataan. Semakin dekat pada jawaban, semakin jelas bahwa kiamat bukanlah awal dari kehancuran, tetapi kelanjutan dari sebuah kisah yang telah dimulai jauh sebelum manusia mengenal waktu, bahasa, bahkan nama. Dan di penghujung cerita itu, hanya tersisa satu pertanyaan. Jika dunia hanya dapat diselamatkan dengan menghapus orang yang menuliskan akhirnya... akankah kisah itu tetap layak diselesaikan?
Todos los derechos reservados
#1
idkbruh
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Trinetra
  • Elayne
  • كود بـلو «الإنعاش القلبي»
  • "Adopted by the Devil's Hand!"
  • MAFIA'S DANGEROUS WIFE
  • خەونەوار  +١٦
  • جيتيني وأنا تايه وسط موج الحنين
  • Zombie Apocalypse: Reborn With A Farming Space
  • Sous Le Toit D'un gangster
  • Silent Rhythm
Trinetra

Excerpt I got a peace offering. And Ice cream. The message popped up again. His Bhaiyu was making it hard to ignore. Darwaza khol, yaar. Mogambo uth jayenge. Ansh glared at the French windows. Even desperate his Bhaiyu would not quit the name calling. Shall I leave? Ansh did not respond. Okay! Leaving the ice-cream outside. Take it before it melts. Ansh did not respond, but his heart skipped a beat. He wanted to meet his Bhaiyu. He was even a little desperate, but he did not wish to give in so soon. So, he counted until 100 and then slowly made his way outside. Iris hopped down from the bed and followed behind him. Ansh opened the doors with a big heart only to find a basket filled with dumb yellow smile squishes and a big tub of ice-cream in between. A few CD's were tucked into the basket almost as an afterthought. The game CD's that Ansh wanted. Ansh glared at the basket. "Do minute nahi rukh saktey they kya?" He muttered under his breath. "You made me wait 17 minutes, kidoo" A voice whispered in his ears. Ansh almost screamed but Nirbhay's palm closed around his mouth before any sound could slip. Ansh's heart thudded in his chest. His Bahiyu had almost given him a heart attack. Nirabhay grabbed the basket and slipped inside with Ansh, and shut the door behind him.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido