Sisa hujan dan senyummu

Sisa hujan dan senyummu

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 30, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
First Love
Yanti, gadis SMA yang dikenal cerdas, sedikit dingin, dan tomboy, tak pernah menyangka bahwa sore yang hujan deras saat ia berlari menuju pantai menjadi awal perjalanan panjang hatinya. Di teras sebuah rumah, seorang pemuda yang tenang dan berkarisma jatuh cinta pada pandangan pertama. Hubungan mereka berjalan tanpa banyak janji manis, hanya mengalir tulus selama tiga tahun penuh perhatian dan kesetiaan. Namun segalanya berubah saat sebuah rahasia terungkap menjelang kelulusan-membuat kepercayaan runtuh seketika. Badai hujan dan badai hati menyatu dalam satu malam yang tak terlupakan. Perpisahan, rindu yang tak berkesudahan, hingga keputusan yang diambil dalam kepedihan mengantar Yanti melangkah jauh. Meski luka itu nyata, meski kisah berakhir tak seperti yang diharapkan, satu hal tak pernah berubah: doa tulus yang tersisa untuk kebahagiaan orang yang pernah menjadi seluruh dunianya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Night Calls
  • Mas Bupati
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Clause of Us
  • Under The Authority Of Senopati
  • Círculo del Destino
  • Pregnant With The Protagonist's Child (END)
  • My Celestia || Kabur dari Perjodohan, Jatuh ke Pelukan Konglomerat [21+] END
  • A Matchmaker's Quest [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines