Bagi Aqeela Calista, kelulusan kuliahnya di usia dua puluh satu tahun seharusnya menjadi awal dari kemandirian yang ia impikan. Namun, impian itu runtuh dalam semalam ketika ia mendapati unit rumah minimalis yang baru saja ia sewa di kawasan Jakarta Selatan ternyata juga disewakan kepada orang lain oleh agen properti gadungan yang membawa kabur uang mereka. Pria itu adalah Harry Vaughan. Di usia dua puluh tujuh tahun, Harry bekerja sebagai seorang Digital Marketer di sebuah perusahaan besar. Tuntutan pekerjaan yang dinamis dan kerap menyita waktu hingga larut malam membuatnya sangat mendambakan ketenangan saat pulang ke rumah. Sama-sama keras kepala, menolak rugi secara finansial, dan tidak memiliki dana darurat lebih untuk mencari tempat tinggal baru di ibu kota, keduanya terpaksa mengambil keputusan paling nekat: berbagi atap yang sama. Di bawah satu sumpah untuk saling menjaga jarak dan privasi, garis pembatas yang mereka buat perlahan mulai mengabur. Di antara ruang tamu yang sempit, dapur yang bising di pagi hari, dan rahasia yang tidak sengaja terbagi di larut malam, Harry dan Aqeela harus menghadapi kenyataan bahwa ancaman terbesar ternyata bukan lagi sang penipu yang buron, melainkan debaran asing yang mulai lancang mengetuk hati masing-masing.
Karagdagang detalye