THE WRONG VOWS

THE WRONG VOWS

  • WpView
    Membaca 15
  • WpVote
    Vote 4
  • WpPart
    Bab 4
WpMetadataReadDewasaBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Jul 28, 2026
WpInfo
Fiksi
Romansa
Erotika
Miliarder dan CEO
Romansa Gelap
THE WRONG VOWS Di balik gemerlap dunia korporasi global, empat Great Houses-Laurent, Halcyon, Vesper, dan Ashford-mengendalikan pasar, teknologi, dan kekuasaan melalui aliansi yang dibangun di atas manipulasi dan pengkhianatan. Demi mempertahankan keseimbangan tersebut, dua pertunangan politik diumumkan: Davian Laurent dengan Freya Vesper, serta Kaylan Halcyon dengan Aurora Ashford. Bagi dunia, itu adalah lambang persatuan. Bagi Aurora dan Freya, itu adalah awal dari hukuman seumur hidup. Menolak menjadi pion keluarga, si kembar menyusun rencana yang tak pernah terpikirkan oleh siapa pun: mereka bertukar identitas dan menyusup ke dalam dua House paling berbahaya di dunia untuk mencari kelemahan musuh dari dalam. Namun semakin jauh permainan berlangsung, semakin sulit membedakan mana kebohongan dan mana kebenaran. Di tengah perang saham, sabotase teknologi, manipulasi pasar, dan duel psikologis yang mematikan, setiap langkah membawa mereka semakin dekat pada rahasia yang mampu mengguncang fondasi empat Great Houses. Karena dalam permainan ini, kekuasaan bukan satu-satunya hal yang dipertaruhkan. Kepercayaan dapat menjadi senjata. Pengkhianatan dapat menjadi perlindungan. Dan sumpah yang salah... bisa menghancurkan seluruh dunia.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Nala dan Mas Juragan
  • GARWO KINASIH SANG DALANG (DELETE SEBAGIAN)
  • EINSTEIN [END]
  • Mulih (END)
  • The Mafia's Sinful Obsession
  • Sweetly Tied
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • The Last Yes!
  • Círculo del Destino

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan