ALL STARS, act FIBES

ALL STARS, act FIBES

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadComplete Tue, Jul 28, 2026
WpInfo
Fiction
Fantasy
Social Themes
Family Life
Body Positivity
Menceritakan siba siswa SMK. Yang menggemari sebuah dunia panggung. Mencoba mengikuti ajang audisi, namun tidak ada satupun yang berhasil. Namun seorang manager dari agency besar, mengajaknya untuk menjadi bagian boy grup uji coba. Siba pun menerimanya, dengan tantangan untuk mencari keempat anggota lainnya. Akankah impiannya tercapai?, dan semua itu tergantung dengan usaha mereka - - Character dicerita ini sama dengan series sebelumnya. Dengan univers yang berbeda, dan cerita yang berbeda
Creative Commons (CC) Attribution
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • The Duke's Red String (END)
  • The Reborn Mama (END)
  • Just let me live, Duke!
  • The Unwritten Lady
  • A Family of Villains
  • PEPINDHAN: Wadana lan Soca
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • Sin of The Villainess

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines