The Art Of Triangle

The Art Of Triangle

  • WpView
    Membaca 1,044
  • WpVote
    Vote 54
  • WpPart
    Bab 14
WpMetadataReadDewasaBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir sekitar 23 jam yang lalu
WpInfo
Fiksi
Romansa
Erotika
Cinta Segitiga
Komedi Romantis
Assa, gadis asal New Zealand, datang ke tanah kelahiran ibunya untuk menemukan keluarga yang telah lama terpisah. Namun, sebuah kesialan yang tak pernah ia duga justru menjadi awal dari perjalanan yang mengubah hidupnya selamanya. Di tengah pencariannya, Assa dipertemukan dengan Mahen dan Galih dua pria dengan dua cara mencintai yang berbeda. Kehadiran mereka perlahan mengubah arti rumah, bukan lagi sekadar tempat untuk kembali, melainkan seseorang yang membuatnya ingin menetap. Akankah Assa mampu mempertahankan rumah yang selama ini ia cari... atau justru kehilangan segalanya? ⚠️ Cerita ini cerita dewasa ada beberapa adegan yang tidak pantas, mohon bijak ya! yang dibawah umur gaboleh baca, inget!! udah aku ingetin 🔞🔞⚠️ Btw ini pertama kalinya aku coba nulis di wattpad. Be nice ya gais, hati ini sedih kalau dimaki. Kalau ada yang perlu dikoreksi komen aja ya. Thank U guys. Semoga kalian enjoy seperti aku yang enjoy menulisnya. GABOLEH NIRU YA, ini hasil pemikiran sendiri yang menghabiskan waktu dan effort buat riset!
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Nala dan Mas Juragan
  • A Matchmaker's Quest [END]
  • My Celestia || Kabur dari Perjodohan, Jatuh ke Pelukan Konglomerat [21+] END
  • Pregnant With The Protagonist's Child (END)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Night Calls
  • Mas Bupati
  • Clause of Us
  • Círculo del Destino
  • Under The Authority Of Senopati

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan