Istri Ingin Bercerai, Tuan CEO Tidak Menyetujuinya.
Sebuah kecelakaan merenggut sebagian pendengaran Rosa dan memaksanya hidup dengan alat bantu dengar. Namun, kecelakaan terbesar dalam hidupnya bukanlah kehilangan itu, melainkan pernikahannya dengan Stevan-pria dingin yang paling ingin ia hindari. Kecelakaan yang disebabkan langsung oleh ibu tirinya.
Pernikahan yang lahir tanpa cinta dan tidak pernah diharapkan siapa pun itu telah berjalan hampir empat tahun. Selama empat tahun pula Rosa hidup dalam kesepian, terasing di tengah keluarga suaminya sendiri. Status sebagai menantu keluarga konglomerat tidak memberinya kebahagiaan. Ia dipandang rendah karena keterbatasannya, bahkan kedua putra kembarnya diasuh oleh sang ibu mertua yang menganggap Rosa tidak layak menjadi seorang ibu.
Di mata semua orang, Rosa adalah istri sah Stevan. Namun di dalam rumah tangga mereka, ia tak lebih dari bayangan yang keberadaannya sering diabaikan.
Hingga suatu hari, sebuah berita mengubah segalanya.
Alisha telah kembali.
Putri konglomerat ternama sekaligus wanita yang diyakini Rosa sebagai cinta sejati Stevan itu akhirnya pulang setelah bertahun-tahun pergi. Rosa sadar, dirinya selama ini hanyalah penghalang yang membuat Stevan gagal bersama wanita yang dicintainya.
Karena itu, untuk pertama kalinya Rosa memberanikan diri mengambil keputusan bagi dirinya sendiri.
"Alisha sudah kembali. Ayo kita bercerai."
Namun, respons Stevan jauh dari yang ia harapkan.
"Kenapa tiba-tiba membahas nama itu? Sedang marah? Tenangkan dirimu. Jangan mengatakan hal seperti itu hanya untuk mencari perhatianku."
Stevan menganggap Rosa hanya sedang merajuk. Ia sama sekali tidak menyadari bahwa kali ini istrinya benar-benar ingin pergi.
"Aku akan keluar kota selama empat hari mulai besok. Gunakan waktu itu untuk memikirkan kembali ucapanmu."
Stevan pergi dengan keyakinan bahwa semuanya akan tetap sama saat ia kembali.
Sayangnya, kali ini ia salah.
Saat Stevan kembali hanya ada kegelapan rumah yang menyambutnya.
__
Diusahakan UP setiap hari