The Seat Between Us

The Seat Between Us

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 8, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Highschool
First Love
Slow Burn
Some distances aren't measured in steps, but in courage. Claire Hayes nggak pernah menganggap Kaivan Calzion sebagai seseorang yang spesial. Mereka hanya dua murid yang kebetulan terus berada di kelas yang sama selama bertahun-tahun. Sampai di tahun terakhir SMA, ketika teman-teman mulai menjodohkan mereka, sebuah kursi kosong di antara meja mereka perlahan berubah menjadi jarak yang sulit diabaikan. Kaivan selalu memperhatikan hal-hal kecil yang orang lain lewatkan. Claire selalu menyembunyikan apa yang sebenarnya ia rasakan. Di tengah tawa teman sekelas, persiapan kelulusan, pilihan universitas, dan keyakinan yang berbeda, mereka mulai menyadari satu hal: mungkin yang paling menakutkan bukanlah perbedaan di antara mereka, melainkan kemungkinan untuk saling kehilangan. Sebuah kisah tentang dua orang yang sudah saling mengenal terlalu lama, tetapi baru belajar untuk benar-benar melihat satu sama lain ketika waktu mereka hampir habis.
All Rights Reserved
#72
classmate
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Night Calls
  • Pregnant With The Protagonist's Child (END)
  • Clause of Us
  • Mas Bupati
  • Círculo del Destino
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • My Celestia || Kabur dari Perjodohan, Jatuh ke Pelukan Konglomerat [21+] END
  • Under The Authority Of Senopati
  • A Matchmaker's Quest [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines