We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Extra Shot Cinta: Dari Training Sampai Kencan

Extra Shot Cinta: Dari Training Sampai Kencan

  • WpView
    Reads 38
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 29, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Romantic Comedy
Slice of Life
First Love
Di (25) sudah cukup pusing melibas kerasnya hidup sebagai barista senior di Jakarta Utara-mulai dari omelan Uwa, drama jalanan, hingga harus mentraining tiga anak magang yang karakternya bikin elus dada. Namun, kesabarannya benar-benar diuji saat harus menghadapi Arsila (21), gadis imut berwajah polos yang selalu berhasil membuat kepalanya pusing sekaligus jantungnya berdetak liar. Di tengah tekanan kerja yang brutal, adu mulut sengit yang berujung salah tingkah, hingga batas garis dewasa yang mulai diuji di balik sekat kedai, mampukah Di dan Arsila bertahan memperjuangkan rasa di antara bedanya usia dan kerasnya ibu kota?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • ONESHOOT 21+
  • My Celestia || Kabur dari Perjodohan, Jatuh ke Pelukan Konglomerat [21+]
  • Silent Traces by the Sea
  • Círculo del Destino
  • Clause of Us
  • GARWO KINASIH SANG DALANG
  • Pregnant With The Protagonist's Child (END)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Love For Rent (Antagonist Love Story)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines