Letters from Java

Letters from Java

  • WpView
    Reads 148
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 31, 2026
MARJAMES - STORY Di tengah riuh pelabuhan Hindia Belanda pada awal abad ke-18, seorang pemuda pribumi bernama Jatmika Paramaditya menjalani hidup sederhana sebagai anak desa yang tak pernah membayangkan dunia di luar tanah kelahirannya. Sementara itu, Milton Whitmore, pemuda asal Inggris, datang ke Nusantara untuk membantu bisnis perdagangan keluarganya. Negeri yang asing, bahasa yang tak dipahami, dan budaya yang begitu berbeda membuat setiap langkahnya dipenuhi rasa ingin tahu. Sebuah tabrakan kecil di pelabuhan mempertemukan mereka. Milton hanya bisa berbicara dalam bahasa Inggris. Jatmika hanya memahami bahasa ibunya. Tak satu pun mengerti apa yang diucapkan lawan bicaranya. Entah apa yang akan takdir tunjukan pada mereka berdua.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JEEVANA
  • I Want to Live [END]
  • The King & The Doctor
  • KUASA DUNIAWI(Transmigrasi BL)
  • [BL Transmigrasi] Male Concubine [✓]
  • Love at Time's Brink [PROSES TERBIT]✔️
  • NIGHT NOISES || 🌴🦌 [END]
  • Secretary Or Mommy? || HIATUS
  • Second
  • Given || Ju Jihoon
JEEVANA

"Gue terpaksa nikah sama lo, demi bayi yang ada di perut lo." Kata-kata itu jatuh seperti pisau yang menancap tepat di hati Kiana Alisha. Pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia, kini hanya terasa seperti hukuman. Ia tidak diinginkan. Bukan sebagai istri, bukan sebagai seseorang yang layak dicintai. Pria di hadapannya, sosok yang dingin dan kasar, menikahinya bukan karena cinta-hanya karena tanggung jawab, Tatapan matanya tajam, seolah berkata bahwa semua ini hanya sementara. Bahwa setelah bayi itu lahir, segalanya akan berakhir semuanya. Namun, takdir selalu punya cara untuk mempermainkan hati manusia. Dalam kebencian, mungkin terselip perasaan yang tak terduga?

More details
WpActionLinkContent Guidelines