Pindah dari Bali yang hangat ke sejuknya Kota Bandung harusnya bikin hidup Carmen tenang dan damai. Tapi ekspetasi itu hancur berantakan pas dia sadar kalau tetangga sebelah rumahnya adalah Yushi-cowok blasteran Jepang-Indonesia yang mukanya lempeng, ngomongnya irit, dan kalau bicara suka tajam menohok.
Keluarga Carmen ternyata bukan orang asing buat Yushi. Ibu Carmen dan ibu Yushi adalah teman lama pas masa-masa sekolah di Jepang dulu. Reuni nostalgia antar orang tua bikin keluarga mereka makin akrab, tapi beda cerita buat Carmen dan Yushi yang terpaksa 'saling bertoleransi' tiap hari.
Carmen: Cerewet, heboh, dan nggak bisa lihat Yushi tenang sebentar tanpa memancing keributan.
Yushi: Soft-spoken, kelihatan penurut dan kalem, tapi omongannya selalu sukses bikin Carmen naik darah sampai ubun-ubun dengan ketenangannya yang menyebalkan.
Di balik nada bicaranya yang halus, Yushi selalu punya cara buat bikin Carmen kehabisan kata-kata. Tapi di antara adu mulut harian, piring balasan masakan dari ibu mereka, dan sapaan kaku di depan pagar rumah, batas antara "benci" dan "terbiasa" perlahan-lahan mulai kabur.
Akankah tetangga yang nggak pernah akur ini terus saling memancing emosi, atau justru jadi saling ketergantungan?
29 juli
Todos los derechos reservados