Selama empat semester ke depan, ia dipersiapkan untuk berdebat di ruang sidang dan mempertahankan hak kliennya. Namun di dunia nyata, Farel bahkan tidak mampu mempertahankan dirinya sendiri dari satu kata sederhana: "Tidak."
Kelemahan itu menjebaknya dalam bayang-bayang Leon, kakak tingkat manipulatif yang menjadikannya piala untuk dipamerkan. Teman-teman Farel sudah kehabisan napas menjadi perisainya, sampai sebuah malam yang kacau di tengah kota merubah segalanya.
Ketika Leon kembali memojokkannya di bawah lampu temaram sebuah bar elit, sebuah tangan menarik Farel mundur. Sosok itu adalah Gavin-mahasiswa satu angkatan yang terkenal dingin, tak tersentuh, dan merupakan primadona kampus.
Di luar dugaan semua orang, di balik sikap cueknya di bangku kuliah, Gavin adalah bos sekaligus pemilik bar tempat mereka berdiri. Dan malam itu, di hadapan puluhan mahasiswa yang membisu, Gavin menjatuhkan sebuah ultimatum yang menggegerkan kampus:
"Dia pacar gue. Sekarang, angkat kaki dari properti gue atau gue panggil keamanan."
Satu kebohongan impulsif yang awalnya tercipta sebagai alibi perlahan berubah menjadi jerat yang mengikat keduanya. Farel harus berhadapan dengan Gavin yang ternyata punya seribu cara untuk membuat jantungnya melompat dari dada, sementara Gavin harus melindungi Farel yang terlalu polos untuk dunia yang manipulatif.
Namun, seberapa lama sebuah hubungan palsu bisa bertahan ketika batas antara alibi dan ketertarikan sejati mulai memudar?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang