Un-Maskeuv (On-Going)

Un-Maskeuv (On-Going)

  • WpView
    Reads 315
  • WpVote
    Votes 196
  • WpPart
    Parts 52
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 29, 2026
WpInfo
Fiction
Fantasy
Dark Fantasy
Action and Thriller
Crime
A love story between two hidden rulers who fall in love before discovering that they were both born to sit at the top of the same violent world. She plays the quiet, graceful fiancée by day, but behind closed doors, she is the underworld's deadliest ghost. When a high-stakes mission forces her into the crosshairs of her new family's syndicate, her two worlds shatter into one dangerous game of survival and desire. A new story brought to you by Cazein. Are you ready to unmask the truth?
All Rights Reserved
#1
engagement
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • Sin of The Villainess
  • Rumah Untuk Sang Tiran (Tahap Revisi)
  • The Duke's Red String (Lengkap - Pre Order)
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • EVAELGA: OBSESI BRONDONG
  • A Family of Villains
  • ROSALINE - I will be The Real Antagonist
  • AS : The Side Character's Rebirth
  • Transmigrasi Menjadi Seorang Figuran (TAMAT)

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines