The Silent City

The Silent City

  • WpView
    LECTURAS 17
  • WpVote
    Votos 6
  • WpPart
    Partes 22
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, ago 10, 2026
WpInfo
Ficción
Fantasía
Cuentos de Hadas y Mitología
Criaturas Místicas
Misterio
Di saat aku mendengar sebuah cerita, cerita yang bisa dikatakan mitos bagi orang-orang yang tidak tahu, aku merenung sejenak. Jiwa imajinasiku yang bergejolak mendorongku untuk mencari kebenarannya. The silent city, nama dari sebuah kota kecil yang kosong. Konon katanya, ia menyimpan banyak hal-hal misterius yang menakjubkan. Mungkinkah hal-hal itu bisa dikatakan sebagai legenda atau mitologi yang hidup(?) Entahlah. Maka dari itu, aku akan mencarinya dan menemukan kebenaran dari kota itu
Todos los derechos reservados
#2
journey
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • Distopia in the Moonlight (TAMAT)
  • The Doctor Beyond the Kingdom
  • Rumah Untuk Sang Tiran
  • The Unwritten Lady
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • I Became the Villain's Nursemaid
  • Sin of The Villainess
  • The Mad Marchioness of Obsidia
  • A Family of Villains

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido