Dalam rangka memperingati Dirgahayu Negara Kesatuan Republik Indonesia ke-81 dengan tema "Indonesia Berdaulat, Adil & Makmur", sebuah legenda tentang persatuan kembali terukir.
Di dunia fantasi Nusantara Raya, seluruh rakyat hidup damai di bawah naungan para penjaga negeri. Namun, saat perayaan kemerdekaan berlangsung, segel kuno yang telah menjaga keseimbangan selama ribuan tahun tiba-tiba hancur. Dari kegelapan muncul Sang Pemecah Persatuan, makhluk yang tidak menaklukkan dunia dengan senjata, melainkan dengan menanamkan kebencian, fitnah, dan perpecahan di hati manusia.
Menghadapi ancaman tersebut, Gatotkaca, Panglima Nusantara, memanggil para pahlawan dari seluruh penjuru negeri. Bersama Kadita, Ratu Pantai Selatan, Wiro Sableng, Jawara Nusantara, Garuda Khageswara, Penjaga Nusantara, serta puluhan Ksatria Nusantara seperti Ilya, Sena, Ma'esh, Myluta, Nisha, Jinno, Neera, Nala, Sabara, H'rtal, Skar, Haya, Nada, Saira, Handaru, Vijaya, Tara, Kanta, Rajapatni, Tarja, Binara, T'Pala, Khage, El Viento, Guning, Nio, Vyana, Candravasi, Lando, Nanjan, dan Mavell, mereka bersatu dalam pertempuran terakhir yang menentukan masa depan bangsa.
Di tengah perang dahsyat yang mengguncang langit, lautan, dan bumi, mereka menyadari bahwa musuh terbesar bukanlah kekuatan kegelapan itu sendiri, melainkan hilangnya rasa persaudaraan. Ketika seluruh perbedaan disatukan dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika, lahirlah kekuatan yang mampu mengalahkan kegelapan untuk selamanya.
"Nusantara Abadi" adalah sebuah novel fantasi aksi bertema kepahlawanan, persatuan, dan cinta tanah air yang mengajak pembaca mengenang makna kemerdekaan. Sebuah kisah penuh keberanian, pengorbanan, dan gotong royong yang menegaskan bahwa selama persatuan tetap hidup di hati rakyat, Indonesia akan selalu berdiri teguh sebagai bangsa yang berdaulat, adil, dan makmur.
Todos los derechos reservados