We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Melewatkan 20 tahun

Melewatkan 20 tahun

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 8, 2026
WpInfo
Fiction
Social Themes
Religion and Spirituality
Family Life
Coming of Age
Cerita ini terinspirasi dari suatu drama. Dalam sebuah drama itu menceritakan hal fiksi, dimana seorang tokoh utama melewatkan waktu dan tiba-tiba sudah berkeluarga. Tapi dalam cerita Saya ini, tidak selalu berpacu pada hal itu. Hanya kejadian awal yang menjadi dasar ide cerita Saya dengan judul ini. Judul ini tidak memungkinkan menjadi novel pendek, karena saat Saya memublikasi cerita ini masih beberapa draft. Tapi, siapa tahu? Cerita dengan judul ini murni atas pemikiran Saya sendiri ♡ Terimakasih atas perhatiannya ~
All Rights Reserved
#3
budaya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Auto Save!
  • After the Fall
  • Trouble Maker[END]
  • PROYEK SATU TAHUN
  • "Liburan" Bonus Suami
  • Target Si Supir [END]
  • ELION (bl)
  • Lysander Lowell De Villiers
  • Tresna Kang Tinatih Ing Alas Jati
  • The Pinky Boy

​"Bang, sumpah gue capek direvisi terus. Pengen resign terus nikah sama sugar daddy aja rasanya." "Kirimkan syarat pendaftarannya ke saya." "Hah? Pendaftaran apaan? Staf desain baru?" "Pendaftaran untuk menjadi laki-laki yang membiayai seluruh sisa hidup kamu." "Bang, kata anak-anak, Abang baru aja nolak Kak Dita ya? Padahal dia primadona kampus loh." "Itu bukan urusan kamu." "Lagian Abang nyari standar yang kayak gimana sih? Yang modelan bidadari turun dari kahyangan aja ditolak mentah-mentah." "Saya mencari yang berantakan, paling susah diatur, hobi begadang, dan selalu membantah ucapan saya..." "..." "Dan wangi tubuhnya seperti permen stroberi." Javas Mahesa (Jaja) mengira kutukan terburuknya sebagai mahasiswa DKV adalah urban legend hantu gantung diri di kosan lantai empatnya. Ternyata dia salah besar. Bencana aslinya justru berwujud Rendra Aditama, mahasiswa tingkat akhir Fakultas Hukum sekaligus koordinator divisinya yang kaku, galak, dan punya hobi meneror kanvas Figma milik Jaja dua belas jam sehari. Berawal dari keterpaksaan berburu sertifikat kelulusan, Jaja pikir penderitaannya di bawah kekuasaan kursor biru itu hanya sebatas nasib staf bawahan yang tertindas. Namun, dengan semua rentetan revisi tanpa ampun, kating hukum itu rupanya menyimpan agenda lain. Rendra tidak hanya berniat mendominasi kanvas desain Jaja, tapi juga seluruh perhatian, waktu, dan detak jantung mahasiswa baru yang selalu membuatnya pusing itu. Selamat datang di pusaran Nawasena Project. Tempat di mana revisi desain tidak pernah selesai, dan sikap posesif ugal-ugalan bersemi secara paksa dari sebuah ruang kerja digital. [Rank #1 - di #kampus 03/06/2026] [Rank #4 - di #bllokal 26/05/2026] [Rank #11 - di #boyslove 16/06/2026] Di-publish pertama kali pada Mei 2026.

More details
WpActionLinkContent Guidelines