Karamel #1

Karamel #1

  • WpView
    Reads 1,006
  • WpVote
    Votes 196
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 5, 2026
WpInfo
Fiction
LGBTQIA+
Gay
Coming Out and Self-Acceptance
Romance
Di hari ulang tahunnya yang kelima belas, Dayyan kehilangan Oma Tuti, kepala panti Rona Didik yang selama ini sudah ia anggap sebagai orang tua. Di hari duka itu juga hadir Hariz Rupadi, menyampaikan maksud mengadopsinya sebagai anak. Suasana rumah yang canggung, kemewahan yang tidak biasa, sampai istri Hariz yang dengan jelas menunjukkan penolakan akan kehadirannya, membuat Dayyan merasa terasing hidup di Istana Rupadi. Untung saja, ada Wira, putra sulung di keluarga itu yang sosoknya bak malaikat penyelamat. Dayyan berakhir jatuh hati. Dunia Dayyan juga melebar ke Cendekia Bangsa, sekolah eksklusif tempat belajar anak-anak dari kalangan elit. Di tahun akhirnya di sekolah itu, Dayyan bersinggungan dengan Anggoro, siswa unik dengan campuran serampangan dan kecerdasan yang pas. Kemampuan lidah Dayyan yang tajam dan jeli, membuatnya kemudian akrab dengan Anggoro yang menggilai kudapan manis. Hitung mundur menuju hari ulang tahunnya yang kedelapan belas, Dayyan menjalani dua dunia yang kontras. Istana Rupadi dengan segala kecanggungannya, tapi mendebarkan karena keberadaan Wira. Dan Cendekia Bangsa dimana dia bisa bernapas lebih tenang dan menjadi diri sendiri. Bagaimana cara Dayyan menjalani dua kehidupannya itu? Perayaan macam apa yang akan Dayyan hadapi di hari ulang tahunnya yang kedelapan belas?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • You Make Me Feel
  • Tirtha Wening: Kidung Alas Larangan [END]
  • KETIBAN TAKDIR (BL LOKAL)
  • Wintang Wira; Seni Itu Indah
  • The Ghost Hunter Next Door
  • Arkana
  • Juragan dan Anak Kota S2 [JOSSGAWIN]
  • BAYU & SINAN ✔️
  • Ulo Ranggah
  • Tumbas Janji Lawas

Pukul 02.13 dini hari. Liam Neeson berdiri di balik tirai apartemennya, menatap koridor yang lengang dengan secangkir kopi instan di tangan. Matanya menyipit ketika pintu unit sebelah terbuka. Seorang pria tinggi keluar sambil menyeret koper hitam besar. Fredy Dominic. Tetangganya yang baru pindah seminggu lalu. Liam memperhatikan pria itu berjalan cepat menuju lift tanpa menoleh sedikit pun. Aneh. Sangat aneh. Keesokan paginya, Liam kembali melihat Fredy. Ada noda merah di lengan bajunya. Sejak saat itu, satu pemikiran konyol tumbuh di kepalanya. Tetanggaku mungkin seorang kriminal. Dan tanpa disadari, itulah awal dari masalah terbesar dalam hidupnya. Atau mungkin... awal dari jatuh cintanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines