SECANGKIR RASA

SECANGKIR RASA

  • WpView
    Reads 72
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 16, 2026
WpInfo
Poetry
Free Verse
# Secangkir Rasa Tidak semua rasa datang untuk dimiliki. Ada yang singgah seperti aroma kopi di pagi hari-menghangatkan, lalu perlahan menghilang, meninggalkan kenangan yang tak pernah benar-benar pergi. Di antara pertemuan yang sederhana, tatapan yang terlalu lama, dan percakapan yang tak pernah selesai, dua hati belajar bahwa mencintai bukan selalu tentang bersama. Kadang, cinta hanya ingin dikenang sebagai rumah yang pernah membuat seseorang merasa pulang. Secangkir Rasa bukan sekadar kisah tentang kopi atau hujan. Ini adalah perjalanan tentang kehilangan yang mengajarkan ikhlas, tentang perpisahan yang diam-diam menumbuhkan harapan, dan tentang luka yang perlahan berubah menjadi doa. Di setiap bab, akan ada sepotong prosa puisi-serpihan rasa yang mungkin pernah singgah di hatimu. Sebab, beberapa cerita tidak cukup diceritakan dengan kata-kata biasa. Ada yang hanya bisa dipahami oleh mereka yang pernah mencintai dalam diam. Karena pada akhirnya... Setiap orang pernah meminum secangkir rasa. Ada yang manis, ada yang pahit. Namun semuanya meninggalkan jejak yang tak pernah benar-benar hilang.
All Rights Reserved
#3
hurts
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ZEANDRA AXIO
  • Best or Worst? [ON GOING]
  • Surat dari Masa Lalu
  • SEANA NOT AN ANTAGONIST
  • OBSESSED MALE LEAD
  • Out Loud|MARJAMES
  • My Virtual Crush[selesai]
  • HELENA TRANSMIGRASI
  • Change the flow of the antagonist's life (Revisi)
  • SHE IS ANTAGONIS

Katanya, setiap manusia adalah perkumpulan emosi yang berbeda disetiap orangnya, lalu bagaimana cara kita tahu? Remaja lelaki yang selalu memiliki pertanyaan atas hidup, manusia, emosi dan yang hidup disekitarnya. Semuanya dimulai ketika ia melihat seseorang yang tak pernah ia lihat sebelumnya. Sejak saat itu, ia mulai belajar memahami manusia-melalui luka, kebahagiaan, kehilangan, dan emosi yang selama ini ia rasakan sendiri. Sebuah kisah tentang pencarian makna hidup, tentang tumbuh, dan tentang menerima bahwa setiap manusia memiliki cara yang berbeda untuk bertahan dan bagaimana cara kita memahami luka dan memeluknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines