Tiga Penjaga, Satu Permata Rapuh

Tiga Penjaga, Satu Permata Rapuh

  • WpView
    Reads 2,660
  • WpVote
    Votes 287
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadComplete Wed, Aug 5, 2026
WpInfo
Fanfic
Di tengah dingin dan kejamnya dunia perebutan kekuasaan kaum elit, Sheng Shaoyou hidup sebagai satu-satunya kelembutan yang dijaga dengan pertumpahan darah dan obsesi. Dibesarkan sejak bayi oleh tiga sahabat masa kecilnya-Gao Tu yang tegas dan posesif, Shen Wenlang yang cerdas namun lembut khusus untuknya, serta Hua Yong yang eksentrik dan suka memanjakannya secara fisik-Shaoyou tumbuh menjadi pemuda manis yang sangat manja dan naif, tidak tahu cara bertahan hidup seorang diri karena seluruh dunianya telah diatur dan dipagari oleh rasa aman yang berlebihan. ​Namun, seiring beranjak dewasa, garis batas antara persahabatan dan kendali mutlak mulai kabur. Sumpah masa kecil untuk "menjaga" bergeser menjadi hasrat gelap untuk mengurung dan "memiliki" Shaoyou sepenuhnya, mengubah pelukan hangat para pelindungnya sang pangeran kecil menjadi sangkar emas paling mematikan.
All Rights Reserved
#2
gaosheng
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Whispering Of Heart
  • The Shen Triplets' Absolute Possession
  • The Undertaker (Su Changhe)
  • tolerance
  • Little family (End)
  • Obsesi di Balik Pagar Besi
  • JERAT SANG ENIGMA
  • A Big Secret
  • TURQUOISE

TANG LICI HAREM Tang Lici seorang ketua sekte yang menjadi buronan aliansi bela diri setelah dituduh sebagai aliran sesat. Tidak ada yang mengetahui keberadaannya setelah pertempuran dahsyat di puncak gunung api selama 7 hari tak henti yang menelan banyak korban jiwa. Di sebuah perguruan bela diri yang berada di kaki gunung api, mengajarkan kebajikan ajaran Tao, yang telah lama menutup diri dari dunia persilatan itu kedatangan seseorang tamu tak terduga. Dia terluka parah, dan tak mengingat siapa namanya, karena kebaikan hati sang ketua Pu Zhu dia merawatnya dan tinggal di tempat itu bertahun-tahun lamanya. Sampai akhirnya sebuah petaka terjadi. "Monster tetaplah moster meskipun dia telah diberi nama, dia akan tetap mengambil nyawamu."

More details
WpActionLinkContent Guidelines