Dokter Paramita Wicaksana tidak pernah menjanjikan kehidupan pada sesuatu yang belum selesai diperiksa. Termasuk pada hatinya sendiri.
Di balik jas putihnya, ia dosen Fitopatologi Terapan sekaligus calon pewaris Wicaksana Plant Hospital, menunggu satu keputusan yang akan menentukan sisa hidupnya. Sebuah keputusan yang tidak pernah benar-benar ingin ia dengar.
Lalu Aster Nareta datang terlambat sebelas menit, berlumuran lumpur, membawa tanaman cabai sakit dalam kotak bekas kue.
Bagi Paramita, Aster hanya mahasiswa ceroboh yang bertindak sebelum berpikir.
Bagi Aster, Paramita hanya dokter angkuh yang berdiri di puncak karena sebuah nama.
Keduanya sama-sama salah.
Sebab Aster menyembunyikan satu nama yang, jika terbongkar, bisa menghancurkan segalanya yang perlahan mereka bangun. Termasuk perang bisnis yang sedang mengepung keluarga Paramita sendiri.
Satu kasus berubah jadi kasus berikutnya. Satu pertengkaran berubah jadi sesuatu yang keduanya menolak untuk namai.
Di Wicaksana Plant Hospital, hampir semua yang layu masih bisa diselamatkan.
Bahkan hati seorang pewaris yang terlalu lama hidup menurut aturan orang lain.
Todos os Direitos Reservados