Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.
Love On Lantai 3

Love On Lantai 3

  • WpView
    Membaca 14,448
  • WpVote
    Vote 342
  • WpPart
    Bab 62
WpMetadataReadLengkap Sab, Agt 8, 2026
WpInfo
Fiksi
Romansa
Tempat Kerja
Akhir Bahagia
Slow Burn
Magang seharusnya menjadi langkah awal menuju dunia kerja. Setidaknya, itu yang Laras bayangkan. Nyatanya, hari-harinya justru dipenuhi deadline, file Excel yang seolah tidak ada habisnya, revisi tanpa ampun, dan seorang atasan bernama Jati-pria dingin yang terkenal perfeksionis, irit bicara, dan hampir tidak pernah tersenyum. Di mata seluruh kantor, Mas Jati adalah manusia dengan ekspresi datar, jawaban satu kata, dan aura yang membuat siapa pun berpikir dua kali sebelum bertanya. "Hmm." "Oke." "Bagus." Tiga kata itu sudah cukup membuat satu lantai bekerja lebih cepat. Namun, di balik sikapnya yang dingin, perlahan muncul perhatian-perhatian kecil yang bahkan tidak pernah Laras minta. Dimulai dari satu pujian sederhana, GoFood yang katanya "salah alamat", payung saat hujan, hingga secangkir kopi yang selalu datang tanpa banyak penjelasan. Masalahnya... Satu kantor mulai menyadari perubahan itu. Dan Dimas-rekan kerja paling kepo sedunia-bersumpah akan membongkar "kasus Mas Jati" sampai tuntas. Di antara tumpukan laporan, lembur yang tak ada habisnya, gosip satu lantai, dan perasaan yang tumbuh tanpa disadari, Laras mulai bertanya-tanya... Apakah semua perhatian itu memang hanya kebetulan? Atau... Mas Jati memang tidak pernah pandai menunjukkan rasa sukanya? Sebuah office romance penuh komedi, slow burn, dan tingkah para penghuni lantai tiga yang lebih sibuk mengurus kehidupan cinta orang lain daripada deadline mereka sendiri. warning⚠️ cerita ini mengandung adegan yang bisa bikin senyum-senyum sendiri, gagal fokus kerja, dan baper akut 🥺 yang punya jantung lemah harap pegangan meja
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#15
comedy
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Nala dan Mas Juragan
  • ONESHOOT 21+
  • Pregnant With The Protagonist's Child (END)
  • Love For Rent (Antagonist Love Story)
  • Silent Traces by the Sea
  • Círculo del Destino
  • GARWO KINASIH SANG DALANG
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • My Celestia || Kabur dari Perjodohan, Jatuh ke Pelukan Konglomerat [21+]
  • Clause of Us

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan